NASIB ANJING-ANJING YANG DIPECAT CIA

Hi Dog Lovers,

Perkenalkan, ini Lulu, anjing jenis Labrador yang bergabung dengan badan intelijen Amerika Serikat (CIA) sebagai salah satu rekrutan terbaru mereka. Misinya: mengendus bahan peledak.


     https://ichef-1.bbci.co.uk/news/660/cpsprodpb/16C7C/production/_98380339_1cd0ae99-674d-4f1f-af16-a0bb14f4a648.jpg

Namun setelah beberapa minggu dalam program pelatihannya, Lulu tidak berhasil lolos kualifikasi. Kehidupan di Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat, tampaknya tidak cocok baginya. Jadi dia harus keluar dari kelas anjing 2017. Dalam sebuah twit-series mengenai perkembangan Lulu pada hari Rabu, akun Twitter resmi CIA menuliskan alasan mendetail mengapa Lulu tidak akan melanjutkan program anjing pengedus mereka, K-9 Corps.


     https://ichef.bbci.co.uk/news/485/socialembed/https://twitter.com/CIA/status/920758204140785664~/indonesia/trensosial-41691847 
     https://ichef.bbci.co.uk/news/485/socialembed/https://twitter.com/CIA/status/920758588892680195~/indonesia/trensosial-41691847 

Anjing-anjing dalam kesatuan tersebut harus mampu mengendus 19.000 jenis bau bahan peledak yang mereka pelajari dalam program pelatihan intensif selama 10 minggu, dengan 10 ujian di akhir program. Anjing-anjing top kemudian bekerja menggeledah kendaraan dan bangunan untuk melacak bahan peledak, sebagian besar di Amerika Serikat.

Selama keadaan tertentu, seperti keadaan darurat, anjing-anjing tersebut juga dapat diperbantukan pada polisi setempat, sekolah-sekolah dan badan pemerintahan lainnya, bahkan dalam kondisi tertentu, sang anjing dimungkinkan juga untuk melakukan misi ke luar negeri.


     https://ichef.bbci.co.uk/news/485/socialembed/https://twitter.com/CIA/status/920758588892680195~/indonesia/trensosial-41691847    

Namun ada biaya yang harus dikeluarkan untuk makanan, treat dan waktu untuk bermain. Anjing yang baru lulus bekerja selama 60 jam per minggu.

Bahkan "saat mereka di luar 'kantor', mereka selalu siaga," tulis CIA dalam situs resmi mereka.

Anjing-anjing itu — kebanyakan jenis Labrador, German Shepard dan Golden Retriever — dipilih oleh pelatih CIA dari Puppies Behind Bars, sebuah program yang memasangkan narapidana dengan anak anjing untuk mengajarkan anjing perintah-perintah dasar.

Bagi Lulu program tersebut cukup menantang.


https://ichef.bbci.co.uk/news/485/socialembed/https://twitter.com/CIA/status/920760084870901760~/indonesia/trensosial-41691847

"Bagi para pelatih K-9 kami, sangat penting bahwa anjing-anjing itu menyukai apa yang mereka lakukan. Terkadang, meski seekor anjing memiliki hasil tes yang baik dan berhasil belajar bagaimana mendeteksi bau bahan peledak, mereka dengan jelas memperlihatkan bahwa menjadi anjing pendeteksi bahan peledak tidaklah cocok untuk mereka," jelas CIA.


     https://ichef.bbci.co.uk/news/485/socialembed/https://twitter.com/CIA/status/920760439230877696~/indonesia/trensosial-41691847    

Seri twit tersebut dan permasalahan-permasalahan Lulu menimbulkan reaksi hingga ribuan di Internet. Seperti :

"Dia hanya ingin mengejar bola. Biarkanlah,"

"Mungkin Lulu ingin menjadi seniman, menjelajahi dunia atau yang lain. Biarkan anjing ini mengejar mimpinya."

"Mungkin Lulu seekor agen ganda."

Namun demikian, nasib Lulu berakhir bahagia. Lulu diadopsi dan sekarang menikmati waktu bersama teman barunya, Harry.


     https://ichef.bbci.co.uk/news/624/cpsprodpb/AA3E/production/_94628534_dog3.jpg

Ini bukan pertama kalinya seekor anjing pensiun dari pekerjaan lebih cepat dari yang diharapkan. Vidar, seekor Malinois Belgia (Belgian Shepherd), bertugas sebagai pemburu bom dan senjata api dalam sebuah kesatuan militer tentara kerajaan Inggris di Provinsi Helmand.


     https://ichef-1.bbci.co.uk/news/624/cpsprodpb/E5E1/production/_96394885_27174c1c-e020-4552-b0f8-f0411b602a21.jpg

Namun setelah mengabdi selama dua tahun, ia mendadak "takut senjata" — sebutan militer untuk anjing-anjing yang takut dengan suara kencang — dan kisah Vidar tersebut menjadi inspirasi untuk sebuah buku bagi orang-orang yang memiliki kesulitan membaca.

Sementara itu di Australia, Gavel, seekor German Shepherd, dipecat dari kesatuan kepolisian Queensland karena 'terlalu ramah' pada siapa pun. Bukannya menangani kasus kriminal, Gavel malah ingin berteman dengan siapa saja. Untungnya dia diberi pekerjaan baru setelah gagal dalam pelatihan anjing di Queensland. Dia dipelihara di rumah dinas Gubernur Queensland dan sekarang dipanggil Gavel VRD, 'Vice-Regal Dog'.


Sumber :

https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-41691847

Social Media:

Instagram: @petology.id | Facebook Page: @petology.id