Ngobrol & Belajar Watercolor Bareng Seniman Muda Jogja

Melukis dengan cat air. Pasti semua orang pernah melakukannya semasa sekolah waktu pelajaran seni rupa. Beberapa orang bilang kalo melukis dengan cat air lebih susah daripada menggunakan cat minyak, pensil warna, crayon, maupun peralatan gambar lainnya. Mungkin memang benar karena cat air sifatnya transparan, jadi kalo ada kesalahan waktu melukis susah buat diakalin seperti ditumpuk warna lain maupun dihapus.

Nah, kali ini Qubediningrat dapet kesempatan spesial buat ngobrol sekaligus nyuri ilmunya mas Bambang Nurdiansyah atau yang akrab dipanggil Bembeng. Seniman muda Jogja spesialis Botanical Watercolor yang karyanya sudah melanglang buana dan bikin mata terpana.

Mari kita intip sekilas karyanya sebelum tanya-jawab dan mencuri ilmunya~




Q&A


Boleh diceritain dong mas tentang konsep gambar-gambar Botanical Watercolor-nya. Awalnya gimana dan kenapa? Hingga akhirnya konsisten dengan ciri khas visual itu.

Pada awalnya sejak 2011 saya lebih sering bekerja menggunakan media cat minyak dan mengangkat tema-tema di seputar isu urban perkotaan. Baru awal 2015 saya mulai meninggalkan cat minyak kemudian intensif bermain-main dengan cat air.

Di titik itu juga saya mulai sedikit demi sedikit meninggalkan isu urban dan lebih sering menggambar manusia dan tumbuhan. Pertama kali membuat karya manusia dan tumbuhan terinspirasi dari musik sisir tanah.



Saya rasa banyak manusia tak punya daya hidup walau masih bernapas. Nah, menurut saya seperti tanah yang menumbuhkan tumbuhan, manusia harusnya punya daya hidup seperti itu juga. Untuk itu saya coba gabungkan tanaman dan manusia, agar semangat baik tumbuhan juga mengakar di manusia.

Soal konsistensi, saya pikir karena saya suka apa yag saya kerjakan, Dan sejauh ini dalam berkarya saya selalu mencoba menjadi saya.


Karya-karya mas Bembeng juga pernah terlihat di beberapa cover buku, salah satunya George Orwell. Kok bisa sih mas?

Awalnya dari jaringan pertemanan, saya kerap bergaul dengan teman-teman penulis yang kemudian mengawali kedekatan dengan dunia buku saat menggambar karya teman-teman sendiri.

Pertama kali terlibat dalam project buku tahun 2015 dalam buku Questioning Everything! terbitan Warning Books, karya Tomi Wibisono & Soni Triantoro. Saya menggambar ilustrasi Sheila on 7, Banda Neira, dan SoKo untuk buku itu. Pasca menggambar untuk buku itu, jaringan pertemanan saya dengan dunia buku meluas. Buku berikutnya adalah Elegi karya Dewi Kharisma Michellia dan Pias karya Aris Setiawan.

Dari sini kemudian saya dan beberapa teman mebuat studio kolektif bernama Katalika Project yang fokus mengerjakan ilustrasi untuk buku. Saya lupa buku orwell adalah cover kesekian, sebelumnya juga mengerjakan cover buku Hemingway, Faulkner, Milan Kundera dll.


Yang paling susah dari melukis menggunakan cat air apa mas?

Nah, yang penting harus berani. Memang cukup susah, karena jika terjadi kesalahan dalam menggores, tidak bisa ditumpuk, dihapus, diulang. Apalagi bagi kita dengan segala keterbatasan finasial, teknik watercolor cukup menyerang dompet.


Terakhir, kasih sedikit tips dong buat temen-temen yang mau belajar melukis pake cat air~

Untuk teman-teman yang mau belajar dengan cat air sebaiknya belajar sketsa dulu. Jika sketsa sudah baik baru menggunakan warna.

Untuk lebih detail soal tips menggambar watercolor mungkin bisa dicari diinternet ya, tapi saya coba tambahkan beberapa teknik dalam menggabar dalam watercolor. 


1. Washes, yaitu dengan cara membasahi kertas terlebih dahulu lalu memsukan warna di atas permukaan kertas dari atas ke bawah dan tunggu hinnga mengering.

2. Glazing, hampir sama penggunaan dengan Washes tetapi warna yang digunakan haruslah tipis, jika ingin menumpuk warna lagi lapisan pertama haruslah kering terlebih dahulu.

3. Wet in wet, cara teknik ini adalah dengan mewarnai kertas yang basah dengan menggunaka kuas berukuran besar atau spon basah biasanya untuki menggambar langit.

4. Dry Brush, Caranya adalah dengan menggunak kuas yang sudah dicelup pada cat dan digoreskan pada kertas yang kering dengan sedikit air. Biasanya teknik ini untuk membuat detail.

5. Lifting Off, teknik ini adalah untuk menghilangkan cat pada kertas dengan cara membasahi gambar yang sudah jadi dengan air lalu serap dengan tisu.

6. Dropping in Color, teknik ini adalah untuk menambakan warna di daerah yang basah agar terliahat membaur dengan sekitarnya.



Gimana? Tertarik buat bikin karya seperti mas Bembeng?