Ngobrolin “skena”di gelaran united we loud on the road lampung

Hello qubers, nih kemaren sigerqube ikut ngobrol bareng tentang skena bareng orang-orang keren di gelaran united we loud on the road lampung. Mungkin banyak dari kita punya kumpulan, komunitas, dan sebagainya, tapi kita terkadang stuck disitu bahkan cendrung tidak maju , nah disini ada beberapa masukan bagus dari hasil ngobrol bareng, karena membuat pergerakan itu bukan cuma sekedar bikin tempat ngumpul atau bikin acara aja.

Oomleo sharing tentang memanfaatkan radio internet untuk publikasi karya, untuk live report event-event , yang mana sulit untuk di lakukan pada radio pada umumnya. Oomleo juga memberi masukan untuk lebih peka terhadap keinginan pendengar, kegelisahan masyrakat, dan menjadikan masukan-masukan itu menjadi hot issue. Jangan pernah ngebatasin komunikasi dengan komunitas-komunitas lain, jangan sombong untuk ngobrol dengan beda skena, karna dengan itu kita bisa mendapatkan wawasan baru.

Angkuy bercerita tentang berjuangnya bottlesmoker, dimana pada awalnya mereka memiliki karya, mereka sulit untuk mendistribusikan, bahkan awal mendistribusikan karya-karyanya , mereka mengcopy lagu mereka di warnet-warnet, sampai akhirnya bertemu dengan kumpulan yang seide dan bertemu net label, mereka pun menyusun strategi penyebaran lagu melalui internet.Angkuy juga menuturkan musik elektronik itu ga Cuma music DJ atau EDM saja, kita bisa menggabungkan kultur budaya kita dengan musik elektronik itu sendiri dan membuat musik dengan ciri khas kultur kita.

Jason cerita awal bermusik yang cuma hura-hura ga ada value, perluas jaringan, jangan dengan satu jalur saja, bergaul dengan berbagai lintas bisa menambah wawasan, bahkan bisa membuat perkumpulan baru yang lebih luas. Berinteraksi dengan lintas disiplin ilmu juga sangat dibutuhkan karena bisa menimbulkan kemungkinan-kemungkinan baru. Iya juga memberi wejangan ketika kita dari skena berbeda dan ingin masuk ke skena lain yang berbeda, kita bisa memanfaatkan teman yang jaringannya luas untuk masuk lingkunngan atau skena baru.

Agung irockumentary sharing tentang stage photography, untuk melakukan stage photography itu bukan hal yang mudah, antara sang fotografer dan pemain musik harus saling berkomunikasi dengan baik, sehingga terjadi simbiosis antara fotografer dan musisi. Untuk memulai stage photography jangan langsung menginginkan stage besar, kita lebih baik memulai dari panggung-panggung kecil dan dengan progress yang kita buat nantipun akan membawa kita ke panggung besar. Selain menjadi koleksi pribari stage fotografi kita bisa juga dipublikasikan, dijadikan arsip bahkan bisa dijadikan portofolio.

Yap itu rangkuman dari hasil ngobrol bareng dengan mereka dalam gelaran united we loud on the road lampung, intinya sih kita jangan malas untuk membuka diri dan membuka pergaulan baru, karena skena satu ke skena lain harus bersinergi.