Nyepi Segara, Waktu Istirahat Untuk Laut Pulau Nusa Penida

Bagi masyarakat pesisir, menjaga kelestarian laut adalah harga mati. Laut adalah nafas. Laut adalah kehidupan. Begitupula dengan masyarakat Nusa Penida, Klungkung, Bali. Siapa yang tidak jatu hati dengan keindahan laut di nusa penida? jernih dan belum banyak dikunjungi wisatawan karena letaknya yang berbeda pulau dengan Bali sehingga harus menyebrang untuk mencapainya. Di Nusa Penida kemarin, tanggal 5 Oktober, terdapat satu ritual unik yang membuat kamu terheran. Ritual tersebut ialah Nyepi Segara atau Nyepi laut. Ritual ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan laut dan digelar pula serangkaian upacarang usabadi Pura Batumedau.

Tradisi Nyepi Segara mengakibatkan semua aktivitas di perairan Nusa Penida lumpuh selama 24 jam. Tidak hanya nelayan yang tidak boleh melaut, namun semua penyeberangan menuju Nusa Penida ditutup sehari alias 24 jam.

Nyepi Segara di Nusa Penida sangat berkaitan dengan ngusaba di Pura Batumedau. Upacara ngusaba merupakan rangkaian pembersihan bhuana alit dan bhuana agung khususnya di segara. Upacara ngusaba digelarsetiap tahun sekali saat sasih Purnama Kapat dilaksanakan secara bergilir di Pura Penataran Ped dan Pura Batumedau.

Upacara ngusaba diawali Batara Turun Kabeh, dilanjutkan upacara memasar, mapepade, puncak ngusaba, dan pakelem di segara. Setelah itu baru dilaksanakan Nyepi Segara. Tradisi iniditandai dengan tidak adanya aktivitas sehari penuh di perairan Nusa Penida.

Serangkaian Nyepi Segara, kegiatan di sejumlah pelabuhan penyeberangan lumpuh total. Kondisi ini terlihat di Pelabuhan Desa Kusamba, Dawan, Klungkung. Tiga pelabuhan yang ada di sini, yakni Pelabuhan Tribuana, Banjar Bias dan Kampung Kusamba, sangat sepi. Aktivitas lengang sejak pukul 06.00 Wita. Akibatnya, barang-barang dagangan banyak menumpuk di sekitar pelabuhan.

Per tanggal 6 pun semua aktivitas sudah berjalan normal. Ritual ini sangat baik dilakukan dan turut mengingatkan kita semua tentang pentingnya pelestarian laut dan memperkenankan laut untuk beristirahat, dimana laut sudah terus-menerus membantu umat manusia yang dalam konteks ini ialah warga nusa penida.