OneldariMediocruxdanTatoPertamanya

August 07, 2018Qubicle Art
Ngobrol bersama Onel seputar Mediocrux dan kisah tatonya

Norman Dave Carlo Nelwan yang akrab disapa Onel, bersama pasangannya, Euginia Ervi membentuk sarana untuk menuangkan karya-karya mereka melalui Mediocrux. Desain berciri khas dari kolaborasi pasangan ini diterapkan dalam berbagai benda handmade, seperti sweatshirt, kalung, topi, dompet, cardholder, sketchbook, hingga leather pin yang beberapa bisa kamu raih melalui Instagram Mediocrux. Onel dan Ervi juga menuangkan ilustrasinya ke dalam medium kulit, Mediocrux mempunyai turunan khusus untuk pembuatan tato melalui Mediocruxttt.

Kami berbincang ringan bersama Onel mengenai karyanya yang didominasi entitas-entitas menggemaskan sekaligus misterius, kisah pertatoan, sampai hal paling personal: bekerja bersama pasangan.

Norman Dave Carlo Nelwan alias Onel yang memang jarang  (engga mau) ditangkap kamera  (foto: Qubicle)

Bisa diceritakan pertama kali kamu ditato?

“Pertama kali di tato itu gambar Yesus. Cerita di balik gambar ini, jadi dulu kan saya nemenin temen saya (membuat) tato, terus pas lagi lihat dia ditato, saya juga pengen coba. Jadi saya buat juga setelahnya. Terus milih kenapa Yesus juga spontan aja, engga tahu waktu itu mau apa soalnya. Ga tahu juga ini muka siapa sih sebenernya, soalnya kan ga ada yang tau Yesus mukanya kaya gimana persisnya. Ngasal banget sih waktu itu nentuin mau gambar apa (tertawa).

Itu kapan ya?

Hmm, kayaknya antara 2009 atau 2010, lupa.

Awalnya kepikiran untuk bisa membuat tato?

Ya simple sih, karena saya punya tato, terus sepertinya seru juga bisa gambar di kulit. Dan kebetulan juga, temen saya beberapa ada yang profesinya tattoo artist, jadi pas deh ada yang bisa ajarin. Dari situ sih saya mulai coba-coba buat menato.

Contoh karya tato Onel (foto: Instagram Onel)

Gimana perasaannya pas pertama kali membuat tato kepada orang lain? Terus siapa orang pertama yang kamu buatkan tato?

Takut, soalnya kan pakai jarum, nanti engga bisa dihapus juga kalo salah, kan. Korban pertama, teman kuliah namanya Ponco (tertawa), Sorry ya Co! (tertawa).

Sejauh ini, tato paling menantang yang pernah dikerjakan?

Dari temen saya Sabar, nama bandnya Talun Awan. Jadi, saya dulu diminta buat tatoin dia, tapi dia mintanya interpretasi dari lagunya dia (tertawa), wah itu seru sih.

Ilustrasi-ilustrasi tato kamu cenderung sama dengan gaya gambar kamu, berarti orang-orang yang ingin ditato sama kamu memang yang sudah tahu dan suka sama gaya gambar kamu ya?

Iya, kalau sekarang kayak gitu. Cuma ya dulunya mah engga. Pas baru-baru mulai nato, saya masih menato apa aja sih, kebanyakannya realist potrait gitu. Soalnya dulu saya suka realist juga. Biasanya sih kalo ada yang mau buat tato, saya bilang saya bisanya menatonya yang seperti biasa saya gambar (tertawa). Nanti kadang dari mereka ada yang milih dari Tattoo Flash yang sudah pernah saya gambar. Atau, kadang ada juga yang ngasih ide kasar gitu, misalnya tatonya mau tentang A atau B, tapi untuk hasil gambarnya mereka bebasin ke saya sih.

Pernah menato diri sendiri?

Iya pernah, biasanya kalo lagi iseng sih (tertawa).

Contoh tato buatan Onel (foto: Instagram Onel)

Saat ini, apa sih kegiatan lain di luar kesibukan membuat tato Medicruxttt dan Mediocrux?

Selain Mediocrux dan menato saya lagi mencoba sepedahan tiap pagi, cuma bolong terus (tertawa). Sama nonton DVD.

Ngomong-ngomong, kuliahnya dimana sih?

Saya dulu kuliah awalnya di Atmajaya jurusan Akuntasi selama setahun lebih. Terus akhirnya memutuskan pindah ke Binus jurusan DKV, setelah meyakinkan orang tua saya kalau saya salah ambil jurusan (tertawa). Mereka prihatin juga mungkin, soalnya nilai saya jelek terus karena jarang masuk kuliah waktu di Atmajaya. Soalnya, sebelumnya memang saya agak dipaksakan sama orang tua untuk ambil jurusan Akuntansi. Saya engga diizinkan ambil DKV waktu itu. Karena, berhubung saya asalnya dari Manado dan sepertinya saat itu juga untuk kuliah desain masih agak aneh bagi orang tua di Manado kali ya. Dan orang tua saya waktu itu juga masih berpikiran kalau kuliah itu ya ambil Ekonomi, Hukum, atau Kedokteran biar gampang nanti nyari kerjanya.

Grafik Onel yang definitif (foto: Instagram Onel)

Kalau tiga hal yang paling kamu engga suka di dunia ini?

Pertama, paling engga suka kalo dipaksa atau merasa terpaksa. Seperti diposisikan sama orang di posisi yang engga enak, jadi kita harus ngelakuin hal yang kita engga suka.

Kedua, menjelaskan arti karya. 

Ketiga, harus ngomong di saat males buat ngomong. Bonus satu ya (tertawa)

Keempat, orang fanatik.

Kenapa kamu engga suka menjelaskan arti karya?

Ada beberapa alasan sih. Pertama, saya biasanya kalau gambar itu spontan dan cenderung tidak berkonsep. Dan biasanya kalau gambar karena memang pengen gambar aja. Saya suka prosesnya. Kadang juga ada pemicunya, misalnya lihat atau denger sesuatu. Cuma, dalam prosesnya pas lagi gambar nanti suka berubah-ubah. Misalnya awal soal A, terus lagi gambar ‘eh jadi keinget yang B’, nah, itu saya gabung-gabung. Nanti ujung-ujungnya gambar selesai, saya sudah lupa tuh apa-apa aja yang bikin saya gambar. Kan kalau saya aja gambarnya begitu caranya, gimana nanti disuruh jelasin saya bingung sendiri juga (tertawa).

Kedua karena dalam berkarya saya engga bermaksud menyampaikan pesan apa-apa ke orang yang liat karya saya. Jadi saya ga merasa penting untuk menjelaskan karya saya. Kalau saya ingin menyampaikan sesuatu, saya pribadi lebih memilih ngomong langsung atau buat tulisan daripada harus lewat gambar. Saya bebasin orang mau interpretasi karya saya.

Ketiga, takut nanti saya malah bohong dan sok tahu, mengada-ada (tertawa).

Terlihat ciri khas pada karya-karya Onel (foto: Instagram Onel)

Tujuan berkarya dari Onel apa sih?

Tujuannya sih mungkin kayak anak-anak aja kali ya. Kalau main ngerasa senang dan puas, kalau egnga main bisa stress kali ya. Kurang lebih sih kaya gitu (tertawa). Cuma kan saya juga punya keperluan yang harus dibayar pakai uang, ya saya sih maunya lewat karya saya bisa untuk menghidupi saya dan keluarga nanti (tertawa). Cuma, saya sih berusaha kalau bisa jangan sampai uang yang jadi tujuan utama.

Karya-karya kamu terlihat misterius ya. Kalau dilihat-lihat, dulu lebih banyak karya hitam putih, kalau pun ada warna misalnya dua warna saja, merah hitam. Sekarang kalau dilihat-lihat jadi lebih berani bermain warna, bisa diceritain engga perubahan ini?

Kalau soal perubahan, menurut saya kayanya semua orang bakal berubah-ubah. Proses dalam berkarya aja kali ya. Saya sih ngikutin perasaan saya aja. Kalau sekarang ya saya ngerasa lebih puas kalau karya saya ada warnanya. Mungkin nanti bisa hitam putih lagi, ga tahu juga (tertawa). Biasanya saya spontan aja sih buatnya, yang penting saya gambar yang bisa muasin diri saya aja.

Apa rasanya bisa kerja bareng pasangan lewat Mediocrux?

Senang dan seru banget karena bisa ngerjain sesuatu bareng-bareng, plus orangnya pacar sendiri lagi. Karena kurang lebih udah saling ngertiin sifat masing-masing sih, jadi kerjanya juga lebih enak. Sama bisa tahu hal-hal menarik yang saya engga tahu dari Ervi.

Kalau lagi berantem di luar kerjaan, terbawa ke kerjaan atau sebaliknya kah?

Hmm, sejauh ini sih sama Ervi kalau berantem yang parah gitu jarang banget, apalagi kebawa ke kerjaan sih, seinget saya belum. Cuma, paling ya ada beda pendapat gitu, ya saling jelasin aja pendapat masing-masing. Ujungnya sih biasanya ketemu jalan tengahnya. Kalau Ervi juga untungnya orangnya lumayan logis sih, jadi kalau ada selisih paham bisa cepet selesainya.

Punya lagu favorit ketika menggambar atau berkarya?

Engga sih, tapi kalau lagi gambar lebih seneng lagu pelan semacam Iron & Wine atau Fleet Foxes.

Onel melihat Onel dalam 5 tahun ke depan seperti apa?

(Tertawa) Masih sama sih kayaknya, cuma tambah umur aja.


Foto Dokumentasi: Instagram Onel

Penulis: Nathania Gabriele

Like what you read? Give Qubicle Art your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Art

    If you curious about visual art movement, here is the best place to feed your curiosity.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US