OpiniMerekaTentangMusikElektronikMainstreamdanUnderground

December 30, 2017Clubhoppers
Sebuah kolektif musik elektronik lokal dan beberapa pengunjung Djakarta Warehouse Project membeberkan pendapatnya terkait topik ini

Salah satu topik yang paling banyak dibicarakan dan selalu diperdebatkan saat ini mengenai kancah musik elektronik adalah gagasan mengenai Idealism Vs Crowd atau yang biasa disebut dengan Undergound Vs Mainstream.

Para pecinta elektronik musik tidak komersial aka underground listeners selalu mengatakan bahwa underground sound mempunyai kelas tersendiri dikarenakan sound yang diproduksi oleh produser elektronik musik tersebut mempunyai ciri khas yang sangat unik dan cenderung sering sekali menebarkan atmosfer yang menghipnotis. Hal ini tentunya menjadi santapan khusus untuk para pengikutnya. Di sisi lain, para pecinta elektronik musik komersial tidak pernah terlalu memikirkan hal tersebut asalkan lagu tersebut mempunyai aransemen musik sederhana dan repetisi vokal yang gampang diingat maka akan sangat disukai oleh para pendengar.

Namun semuanya balik lagi, setiap pecinta musik elektronik pastinya decide dalam seleranya masing-masing. Dan yang paling terpenting, you guys should have a good time to enjoy the music, because at the end of the day that is what the art of music is all about.

Clubhhoppers kali ini mengangkat topik “Idealism Vs Crowd” melalui wawancara intens dengan sebuah kolektif musik elektronik lokal sesaat sebelum mereka naik panggung di #newlandDWP 2017. Tidak ketinggalan juga beberapa tanggapan dari partygoers Djakarta Warehouse Project 2017 terkait topik ini. Berikut videonya. Boom!


Like what you read? Give Clubhoppers your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Clubhoppers

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US