PahamiDahuluFungsinya,SebelumKamuMengangkangiTrotoar

August 09, 2018Habsi Mahardicha
Apakah trotoar milik pengendara motor, pedagang kaki lima, atau sejatinya hanya milik pejalan kaki?

Bicara tentang hiruk pikuk kota besar di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dengan kegaduhan jalan-jalan protokol yang kerap memekakan telinga dengan bisingnya suara klakson dan knalpot kendaraan. Mulai dari tipe knalpot kendaraan kelas mobil sport sampai kelas bobokan bertebaran di ibukota. Hal tersebut sudah pasti jadi makanan sehari-hari warga kota. Keadaan trotoar yang kurang mumpuni dan marka jalan yang kurang terlihat pun menjadi satu dari sekian permasalahan di kota-kota besar di Indonesia. 

Sampai saat ini memang belum ada satu pun sosok yang mampu menanggulangi huru-hara kendaraan di kota metropolitan, Jakarta. Ya terang saja, masalahnya hal tersebut bukan hanya milik pemimpin kota, menteri tata ruang atau presiden, tapi juga permasalahan tersebut milik warga kota. Kesadaran diri dari masing-masing individu lah yang membuat wajah Indonesia terlihat baik atau buruk di mata dunia. Apalagi kalau berbicara tentang kedisiplinan pengguna jalan yang belum menghargai fungsi trotoar dengan baik.

Pengguna jalan vs pengendara motor

Dibalik kenyataan tersebut, baru-baru ini publik sempat dihebohkan dengan viralnya sebuah video seorang pejalan kaki yang merekam suasana trotoar di sebuah area pinggiran Jakarta dan diunggah banyak orang di YouTube. Di dalam video tersebut, tergambar seorang pengendara motor wanita yang emosi ketika ditegur oleh sang pejalan kaki. Pengendara motor tersebut ternyata adalah seorang anggota ojek daring. Tidak hanya emosi, tidak segan-segan ia juga memukul pejalan kaki tersebut dengan menggunakan helm miliknya. Kejadian ini tentu saja melahirkan banyak opini masyarakat, ada yang pro dan ada juga yang kontra menanggapi kejadian ini.

Video amukan pengendara motor kepada seorang pejalan kaki (Video: Koalisi Pejalan Kaki)

Berbicara tentang trotoar itu sendiri, sejatinya trotoar memang milik pejalan kaki. Bukan milik pengendara motor, pedagang kaki lima ataupun pedagang kelas emperan. Hal tersebut merujuk pada keputusan Direktur Jenderal Bina Marga No.76/KPTS/Db/1999 tanggal 20 Desember 1999 yang dimaksud dengan trotoar adalah bagian dari jalan raya yang khusus disediakan untuk pejalan kaki.

Ode sindiran untuk para pengguna kendaraan bermotor

Mengutip dari penggalan lagu Sir Dandy yang berjudul Jakarta Motor City, "Jakarta motor city, Semua ngebut tak terkendali, Skot mobil disikat Trotoar dikangkangin, Tak takut mati apalagi takut polisi." Lirik tersebut jelas menyindir para pengguna kendaraan bermotor yang enggan mematuhi peraturan yang ada.

Sir dandy - jakarta motor city

Semestinya romantisme antara pejalan kaki dan pengendara motor berjalan dengan baik, seiring pemugaran trotoar-trotoar di Ibukota maupun di kota-kota besar lainnya dan tentu saja kesadaran diri warganya yang harus dipecut. Bagaimana menurut kalian?

Like what you read? Give Habsi Mahardicha your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Habsi Mahardicha

    Find latest news and top stories updates from across the world.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US