PawangAngin:MenangkapIdeSegarBersamaGSRB

March 06, 2018Qubicle Art
Buat yang suka nyari angin, sekarang udah ada pawangnya loh!


Video di atas merupakan ajakan bagi kalian untuk mencari angin bersama Pawang Angin. Kenapa harus mencari angin bersama Pawangnya? Karena bersama mereka kalian akan merasakan sensasi baru menangkap angin. Memang siapa sih Pawang Angin itu? Mereka adalah kolektif seni rupa berbasis di Bogor yang membuat pergejolakan baru di skena seni rupa Bogor. Kolektif itu bernama Gerakan Seni Rupa Bogor. Lalu siapakah mereka sebenarnya, ikuti wawancara kami bersama mereka.


Apa sih Gerakan Seni Rupa Bogor disingkat GSRB itu, lalu siapa saja yang tergabung dengannya?

GSRB sebenarnya ada 2, yaitu Gerakan Seni Rupa Baru dan Gerakan Seni Rupa Bogor, dimana Gerakan Seni Rupa Baru pada tahun 1975 membuat pameran bertajuk "Pasaraya Dunia Fantasi" di Taman Ismail Marzuki oleh Ris Purnomo, S. Prinka, Anyool Soebroto, Satyagraha, Nyoman Nuarta, Pandu Sudewo, Dede Eri Supriya, Jim Supangkat, Siti Adiyati Subangun, F.X Harsono, Nanik Mirna, Hardi, Wagiono. S, Agus Tjahjono, B. Munni Ardhi dan Bachtiar Zainoel, pameran ini menandai munculnya mereka sebagai penanda dari gelombang perkembangan seni rupa pada 1974 - 1977 yang juga menentang monopoli seni oleh sekelompok seniman saja. Monopoli di sini adalah terlalu kuatnya pengaruh modern dari seniman senior mereka yang sekaligus menjadi pengajar mereka di kampus, yang dalam beberapa hal mengekang kemungkinan akan bentuk – bentuk baru dari kesenian itu sendiri.

Tentunya kami adalah Gerakan Seni Rupa Bogor yang merupakan imitasi dari GSRB yang asli, karena pada saat itu kami ikut serta dalam Bandung Zine Fest 2016, dan akhirnya kami membuat zine yang bertajuk "Manifesto Gerakan Seni Rupa Bogor" ini pun merupakan keisengan kami untuk membuat versi "bercanda" dari katalog "Pasaraya Dunia Fantasi" oleh GSRB asli salah satunya berisikan tentang 11 manfesto mereka tentang "Seni Rupa Pembebasan Pembebasan Seni Rupa", hanya saja dalam zine kami yang bertajuk "Manifesto Gerakan Seni Rupa Bogor" kami tidak membuat manifesto tersebut, tetapi kami menghadirkan sebuah wacana awal tentang medan seni dan sosial anak muda di Bogor dalam format wawancara serta beberapa kompilasi karya pelaku Seni asal Bogor yang berkuliah kesenian di kota, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta, dimana GSRB yang asli juga terdiri dari 3 kota tersebut yang memang memiliki latar belakang dan sejarah kesenian yang kuat.

Perihal keanggotaan awalnya hanya bertiga Ahmad Fauzan, Luthfi Nurseptian dan Rico Prasetyo saat perhelatan Bandung Zine Fest, setelah usai dalam sehari Bandung Zine Fest, Rico melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dalam 1 minggu dengan membawa Zine yang tersisa dan menyebarkannya disana, sepulangnya, respon oleh teman-teman mengenai zine tersebut cukup antusias, pada akhirnya kami mencoba membuat beberapa kegiatan baik kolaborasi maupun secara kolektif, disitulah titik bertambahnya SDM GSRB itu sendiri secara organik seperti Denis Arham, Ibrahim Soetomo, Rizki Pasadana, Dimas Satria, Andana Raditya, beserta jejaring kolektif & teman lainnya. Mungkin soal keanggotaan kami sendiri cukup bingung menentukan anggota tetap siapa saja, karena kami bersifat loyal dan senang-senang bersama.


Artinya kalian terbentuk karena Bandung Zine Fest. Lalu kalau gak ada acara itu, kalian gak akan terbentuk dong ya?

Iyap betul, point detail mengenai Bandung Zine Fest sudah banya tersinggung di point pertanyaan sebelumnya, tetapi takdir dan konsisten lah yang sebenarnya membentuk kami.


Lalu sebenarnya apa sih yang membuat kalian ingin membuat sebuah kolektif ini? Dan kenapa di Bogor?

Ruang bermain dan belajar bersama, itu yang sebenarnya kami lakukan. Dan praktiknya bermacam macam, belum tentu selalu dalam bentuk pameran. Ini sesuai dengan kesukaan kami masing-masing, dan mencoba kontribusi pada publik.


Kalau menurut kalian nih, seberapa penting kolektif seperti kalian ini ada di Bogor? Kenapa? Dan apa ngaruhnya?

Kami rasa "penting" dalam hal ini harus dibaca melalui publik luas dan merata, karena kami kolektif kesenian, dan kami juga tidak mau berpikir dan berkontribusi secara feodal tentang kesenian kepada publik. Karena kami berusaha melempar wacana-wacana, seperti "kesenian di Bogor itu seharusnya seperti apa?" dan ada kapasitas kepentingan yang seimbang antara pelaku, penikmat dan petinggi. Perihal "Ngaruh" tentunya ini berperan pada profesi pekerja kreatif di masing-masing kota yang berkembang oleh kelas pekerja kreatif, para pencipta gagasan, teknologi dan sebagainya.


Sepenting apa GSRB buat kalian masing-masing?

Kepentingan bersama, karena kami melakukan dengan kapasitas dan kesenangan di bidang masing-masing latar belakang kami juga beragam jadi untuk mewujudkan gagasan tentu kami saling diskusi secara matang baik untuk kami maupun publik, karena pada dasarnya kesenian merupakan rasa "apresiatif" jadi kami saling belajar apresiasi dari pelaku terhadap pelaku, penikmat terhadap pelaku, maupun pelaku terhadap penikmat. Pada akhirnya kami secara sengaja maupun tidak sengaja telah menciptakan ekosistem kecil di mana kami dapat bekerja bersama.

Hal penting lain dari kehadiran GSRB adalah: kami akhirnya melihat Bogor dari perspektif yang baru. Melalui program-program, kami akhirnya mencari tahu lagi tentang Bogor serta mempertanyakan kembali tentang identitasnya. Upaya ini mungkin tidak akan dirasakan kalau masing-masing tidak terlibat.


Kalian kan kolektif yang bisa dibilang baru, lalu achievement apa yang udah kalian buat? Terus mau bikin apalagi?

Yap, kami masih sangat muda kalau dibandingkan dengan perputaran waktu aktual dan virtual saat ini. Pencapain yang sudah kami dapat masih berupa jejaring antar kolektif, pelaku, dan keterlibatan berkolaborasi, tetapi kalau ditanya untuk "Bikin apalagi" tentu ini sangat banyak dan ini bergantung pada ide-ide yang sudah kami terapkan dan pasti akan dikembangkan bersama.


Kalau untuk Pawang Angin, mau dibawa kemana sih sebenarnya projekan ini? Apa cuma iseng-iseng aja atau mau dibikin movement?

Jawabannya cukup sederhana, kami akan bawa gagasan ini sampai kami tidak mampu mengembangkannya lagi hahahaa..., kalau dibilang "iseng" memang iya, tapi kami bungkus serius. Untuk movement mungkin tergantung dengan sejauh apa #PawangAngin ini menyebar dan berpengaruh, dan perlu diingat karena #PawangAngin merupakan 'menangkap Gagasan' di area tertentu. Kami rasa #PawangAngin bisa menjadi metode mencari ide kreatif dalam bentuk baru diluar akademis.


Tertarik mengikuti kegiatan #PawangAngin bersama GSRB? Cek instgaram mereka @gsrbkolektif dan nantikan video selanjutnya bagaimana cara mereka menangkap angin! 

Like what you read? Give Qubicle Art your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Art

    If you curious about visual art movement, here is the best place to feed your curiosity.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US