#RSDM2017: Membaur Asik di Antara Para Pecinta Rilisan Fisik

Dengan tumbuh suburnya peminat dan kolektor rilisan fisik di Makassar, membuat Records Store Day Makassar tahun ini lebih ramai dari segi pengunjung dan interaksi antar pembeli dan penjualnya. Dan tahun ini dengan tema 10 tahun Record Store Day di dunia, Record Store Day Makassar diselenggarakan di Gedung Kesenian Sulsel Societeit De Harmonie tanggal 23 April 2017 kemarin cess.

Event yang di adakan serentak di beberapa kota di Indonesia ini konsisten dengan perayaan Record Store Day ala mereka masing-masing yang digelar sejak tahun 2012 ini, dengan tujuan menjadikan ini sebagai ajang kumpul-kumpul bagi para pecinta musik, dan impact-nya di kota Makassar sendiri membuat kurang lebih 20 puluh peserta yang ikut serta di movement ini, ada yang dari toko musik independen, label rekaman dan bahkan kolektor individual hadir dan ikut meramaikan Record Store Day Makassar 2017.

Boleh dibilang hampir semua orang yang concern atas bangkitnya penjualan/peminat rilisan fisik di kota Makassar hadir dan berpartisipasi dalam event tahunan ini, baik itu membuka lapak ataupun menjadi pengisi acara, diantaranya: Blackunicorn – Tunanada, Caveman, KBJ, Dead Polist, Delusi Stockroom, Chambers, Kenzie, Lapak Musik, Lo-ving, M Dee, Mic Molotov, Milisi, MMC, Musick Bus, Olloso, Svmber Redjeki, Rakitan 80, 13 Merch dan Vonis. Dan mereka yang berpartisipasi tampil di Records Store Day Makassar 2017 diantaranya: Dheandra, Minor Bebas, Next Delay, Front To Fight, Makassar Rocksteady, FFFF, Sanctuary Moon, dan Freezer.

Dalam sesi 'Question&Answer' di PERSAMI #3 sabtu kemarin bareng perwakilan dari Records Store Day Makassar yaitu @tunanada_recordstore dan @kedaibukujenny, mereka mengaku sangat senang dengan kolektifitas yang ada saat ini dan berharap ini bisa terjaga bahkan berkembang di Makassar yang selama ini terdapat puluhan toko, label rilisan fisik dan kolektornya yang keren. Bukan sekadar ajang mendapatkan rilisan fisik yang terbatas dan langka, tapi tercipta harapan terhadap pertumbuhan toko musik, solidaritas, konsistensi hingga berkomunitas untuk jangka yang panjang. Walaupun hingga sekarang masih ada sekat-sekat yang mengkotakkan mereka, entah itu genre atau perbedaan pendapat tentang musik. Namun menurut narasumber ini adalah hal yang baik karena bisa menjadi bahan obrolan dan sharing antar sesama pecinta musik dan menciptakan interaksi yang berkepanjangan kedepannya.

Yuk cek gimana serunya Record Store Day Makassar 2017 cess...