Scrach Marcs Workshop in Jakarta

Sekali lagi Indonesia, atau lebih tepatnya ibukota Jakarta, disambangi oleh street dancer internasional untuk menggelar workshop. Kali ini giliran duo popping dancer asal negara tetangga, Singapura, Scrach Marcs yang membagikan ilmu dan pengalamannya di Jakarta.

Scrach Marcs adalah duo popper asal Singapura yang namanya meroket dalam beberapa tahun belakangan lantaran menjuarai banyak kompetisi dansa dansi, salah dua yang paling bergengsi dan memorable adalah Singapore Dance Delight 2016 dan The Dance Floor Channel 5 Singapore 2016. Nama Scrach Marcs,yang merupakan pelintiran dari “Scratch Marks”, sendiri diambil dari nama asli kedua personalnya: Rachel dan Marcus.

Setelah sebelumnya hanya bisa melihat keduanya melalui layar gadget,akhirnya street dancer Indonesia berkesempatan untuk bertemu dan menimba ilmu secara langsung ketika Scrach Marcs menyambangi Jakarta pada awal Januari silam. Momentum ini pun tak disia-siakan oleh Dekaku Crew, popping crew asal Jakarta, untuk membuat workshop dengan Scrach Marcs sebagai mentornya.

Dan workshop itu pun akhirnya digelar pada 7 Januari 2017 di Etoile Dance Center. Tercatat 11 orang mendaftar dan mengikuti workshop berbanderol 200 ribu rupiah itu. Uniknya mayoritas dari peserta yang mengikuti workshop justru bukan berasal dari genre popping, alias non-popper.

Workshop-nya sendiri pun bukan melulu soal tarian kejut dan letup Sam Boogaloo, dari keseluruhan workshop hanya sekitar 30% yang berisikan materi popping secara tekhnis, sisanya adalah ilmu tentang how to groove,vibe dan party dance – hal-hal krusial yang justru kerap diabaikan banyak penari. Selain itu duo Scrach Marcs juga memberikan pengertian tentang musikalitas dan rhythm.

Selama 2 jam para peserta benar-benar ‘dihajar’ hingga kelelahan – yang tentu mereka sambut dengan senang hati – dengan berbagai materi yang melelahkan, terutama soal groove dan bounce. Hal-hal fundamental memang menjadi fokus utama bagi Scrach Marcs, bagi mereka fondasi kuat adalah sesuatu yang sangat krusial bagi seorang penari. Yang terpenting, kata mereka, adalah untuk belajar menari dulu sebelum fokus kepada tekhnik atau genre, karena merekapercaya saat seseorang sudah bisa menari dengan leluasa maka mereka akan memiliki kepercayaan diri terhadap tubuh mereka sendiri dan itu adalah esensi penting yang banyak terlupakan oleh penari saat ini.