Sejarah Nama Gunung Kinabalu

Terletak sejauh 2 jam berkendaraan dari Kota Kinabalu, Gunung Kinabalu termasuk ke dalam kawasan World Heritage UNESCO sekaligus taman nasional pertama Malaysia yang telah ada sejak tahun 1964. Lokasi tepatnya berada di daerah Ranau, Kundasang, yang memiliki hawa sejuk dan dipenuhi jejeran lahan pertanian.

Ada sejarah unik di balik nama Gunung Kinabalu yang merupakan gunung tertinggi di Malaysia pun di Asia Tenggara ini. Selain diadopsi sebagai nama ibu kota Sabah, dari namanya gunung ini juga menyimpan legendanya sendiri.

Alkisah, seorang pangeran dari Cina datang ke Sabah mencari mutiara besar yang dijaga naga buas di puncak sebuah gunung. Pangeran berhasil merampas mutiara berharga dan menewaskan sang naga, kemudian menikahi perempuan Kadazan, suku asli daerah Sabah. Sayangnya, tak lama setelah menikah, sang pangeran kembali ke Cina dan menelantarkan istrinya.

Kinabalu banner dan teks paragraf terakhir - 0 - Natalia Oetama Sorasoca 

Perempuan yang kecewa dan patah hati ini kemudian melarikan diri ke gunung tempat tadinya ada mutiara besar yang dijaga naga tersebut. Di sana dia menangis dan meratap. Janda pangeran Cina ini kemudian dipercaya menjadi batu, sehingga gunung tersebut dinamai “Kina” dari kata Cina dan “balu” yang berarti janda. Kinabalu. Sebenarnya ada beberapa kisah lain tentang sejarah penamaan Kinabalu, namun kisah janda Cina ini yang paling lekat di mata dan hati saya.

Terlepas dari benar tidaknya mitos tersebut, bagi para penduduk asli Kadazan Dusun yang menetap di sekitar gunung ini, nama Kinabalu punya arti tersendiri. “Aki Nabalu” merupakan cikal bakal dari nama gunung tersebut. Dalam bahasa Kadazan Dusun, Aki berarti nenek moyang dan nabalu berarti gunung. Gunung nenek moyang, gunung tempat bersemayamnya roh-roh nenek moyang.

Sembari memandang puncak Gunung Kinabalu yang berdiri megah setinggi 4.095 m, saya melihat sosok wanita tertidur di atas sana. Apa itu sang janda pangeran Cina?