IMSAK

WIB

WITA

WIT

MAGHRIB

WIB

WITA

WIT

IMSAK

WIB

WITA

WIT

MAGHRIB

WIB

WITA

WIT

Sejarah Singkat Kata 'Plagiarisme'

Sumber Gambar: Artnet News.com
Sumber Gambar: Artnet News.com
Sumber Gambar: Artnet News.com
Sumber Gambar: Artnet News.com
Sumber Gambar: Artnet News.com

Ada yang tahu gak kenapa gambar-gambar di atas begitu ramai diperbincangkan jemaat net?

Intinya, Indonesia kembali menyeruak dikenal publik dunia karena ada oknum yang mendapuk karya seni orang lain tanpa menyertakan kredit senimannya.

Duh! Menyedihkan memang. Lebih gila lagi, "karya-karya" tadi diduitin loh! Astaga... Dunia memang makin keparat karena menganut azas Kapitalisme. 

Tapi kami gak mau bahas ‘si kampung kelinci’ itu. Karena sudah cukuplah mereka menjadi bahan gunjingan jemaat net yang sakti mandraguna. Sekali jempol mereka bergerak, aksara penuh amarah tercipta. Nah, yang mau kita angkat dalam artikel bersahaja ini adalah, genealogi kata ‘Plagiarisme’. Asik. Anak seni juga harus berisi otaknya!

Plagiaris Pertama di Dunia Kata-Kata

Dahulu kala, hidup seorang penyair ber-KTP Roma. Konon, beliau hidup antara tahun 40 Masehi sampai kira-kira 102 atau 104 Masehi. Namanya Martial. Nama panjangnya lebih keren lagi, Marcus Valerius Martialis.

Awal karirnya, Martial ini memang tidak begitu peduli dengan hak intelektual karya-karyanya. Namun tahun 80 Masehi, kesuksesan datang mengampiri. Mulai saat itu, Martial lebih memperhatikan kekayaan intelektual yang dia cipta.

Kondisi pada zaman Martial hidup, para pujangga memang biasa melakukan recite bagi karya-karya yang lebih dahulu ada dibandingkan membuat sajak hasil perenungan sendiri.

Namun Martial tidak begitu saja menerima karyanya dipakai pujangga lain, tanpa ada kesepakatan dalam bentuk kompensasi yang tentu ujung-ujung duit. Martial mengkritik tertuduh yang mengambil karyanya tanpa izin, begitu tulisannya:

Fame has it that you, Fidentinus, recite my books to the crowd as if none other than your own.
If you’re willing that they be called mine, i’ll send you the poems for free.
If you want them to be called yours, buy this one, so that they won’t be mine.

(Tidak perlu diterjemahin ya, milenials kan fasih English-nya) Nah di puisi yang sama, Martial menggunakan kata Latin ‘plagiarus‘ yang artinya adalah menculik. Secara spesifik, menculik di sini artinya, menculik budak seseorang atau menculik orang merdeka dan menjadikannya budak.

Sayangnya, sejak kata tersebut diucap, kata tadi harus menunggu 15 abad untuk masuk dalam khasanah Bahasa Inggris.