Space for The Future 3: Back to 80's

Space forThe Future, helatan yang rutin diadakan secara berkala milik Maps Dance School, sebuah dance studio di Solo, kembali digelar. Di edisinya yang ketiga, Space for The Future mengajak kita berjalan mundur lewat lorong waktu ke tahun 1980-an.

Back to 80’s memang adalah tema besarnya. Idenya adalah untuk membawa semua yang hadir kembali ke atmosfir hip hop beberapa dekade silam, ke waktu dimana Soul Sonic Force baru merilis “Planet Rock”, saat kita bisa mendengarkan “ Eric B Is The President”-nya Eric B & Rakim mengudara berendengan dengan “It’s Tricky”-nya Run D.M.C lewat radio bersuara kering sambil mengikuti tren memaki polisi yang disebar oleh Eazy-E dan teman segengnya lewat “Fuck tha Police”.

Pada Minggu 15 Januari 2017 untuk satu hari mini atrium di lantai 2 Solo Grand Mall berubah menjadi serba 80-an, bukan hanya dari tata cahaya dan musik yang diputar oleh DJ, namun juga – yang paling esensial – dandanan para panitia serta seluruh peserta yang hadir. Tampilan sporty dengan warna bertabrakan jadi favorit para hadirin; jaket olahraga dengan sulur warna warni disekujurnya plus ikat kepala dan kaos kaki yang tak kalah eye catching. Suasananya tampak seperti lomba mirip-miripan dengan Chicha Koeswoyo dan Rico Tampatty di Gejolak Kawula Muda.

Agak berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang menggelar kompetisi berformat 1v1, Space for The Future 3 mengadakan kompetisi dua lawan dua yang diselenggarakan untuk dua kategori: breaking dan all style. Tercatat para street dancer dari Semarang, Salatiga,Jogjakarta, Wonogiri dan bahkan Jakarta ikut ambil bagian dalam kompetisinya. Riswandi (Last Minute), Edope (Last Minute) dan timbul(maps Dance School) akhirnya memutuskan Salatiga Movement sebagai juara di kategori all style setelah bertarung sengit dengan Young Crew di final,sementara di kategori breaking kolaborasi Wormski dan Daniel berhasil mengungguli Flazhh dan Edo di final.

Selain breaking battle dan all style battle yang menjadi highlight acara ini adalah exhibition crew battle yang mempertemukan dua crew dalam battle tanpa pemenang. Tercatat delapan crew ikut serta dalam exhibition crew battle: Semarang Most Wanted, Semarang Freestyle, Street Evolution, Ghost Guys, Freakingz, Salatiga Movement, USDS dan 7PM. 

Arthur Garincha