ThinEyebrow,StatementFeminismeSedariDulu

September 06, 2018Qubicle Beauty
Sebelum cover Rihanna, kapan tepatnya thin eyebrow merebut hati wanita?

Bulan lalu, dunia fashion muncul membawa berita yang mengejutkan. Rihanna muncul di cover majalah Vouge Inggris edisi September dengan riasan thin eyebrow. Beberapa prediksi serta pertanyaan kemudian mengambang di permukaan. Sebagian besar berkisar mengenai harapan akan kebangkitan tren micro-brow. Sementara itu, sebagian lainnya melempar pertanyaan seputar kapan tepatnya micro-brow ini pernah merebut hati para wanita di masa lampau?

Barangkali kalian beberapa diantara kalian pernah ingat, thin eyebrow pernah menjadi tren yang menjamur di kalangan figur papan atas dunia sampai nasional di awal tahun 2000an. Referensi gaya dandanan yang pernah dikenakan sebut saja Drew Barrymore dan Pamela Anderson memang klasik, tapi sebenarnya ada figur-figur wanita lain yang pernah merangkum gaya itu menjadi demam tak berkesudahan sepanjang 100 tahun terakhir.

Di tahun 1920, aktris asal Jerman Marlene Dietrich muncul dengan micro-brow.

Marlene Dietrich dan alisnya yang ikonik. (Foto: dok. Vogue)

Seperti yang nampak di foto ikonik Dietrich, gaya alis tahun 1920an berbentuk lurus dengan sedikit lengkungan. Versi Dietrich nampak sedikit lebih glamor daripada wanita kebanyakan di era tersebut, tapi yang pasti ‘thin-is-in’ di era ini.


Clara Bow jadi inspirasi aktris dengan dandanan micro-brow tahun 1920an (Foto: dok. Vogue)

Apalagi dengan munculnya brand seperti Maybelline di zaman ini, wanita jadi lebih mudah meniru alis ciamik ala aktris film. Bersamaan dengan Dietrich, Clara Bow, aktris film bisu terkenal, juga menjadi inspirasi aktris melakukan thin eyebrow.


Jean Harlow menambahkan sedikit drama pada alisnya di tahun 1930an. (Foto: dok. Vogue)

Meski aktris seperti Greta Garbo muncul dengan alis sedikit lebih tebal dan archy, tahun 1930an punya Jean Harlow yang menarik perhatian khalayak ramai dengan menambahkan sedikit drama pada alisnya yang nggak cuma super tipis, tapi melengkung ke bawah.

Lucille Ball masih setia dengan thin eyebrow di tahun 1950an. (Foto: dok. Vogue)

Tahun 1950an keberadaan alis seolah menjadi pernyataan eksistensi seorang wanita. Walau artis seperti Audrey Hepburn muncul dengan alis tebal dan Marilyn Monroe nampak cantik dengan alis penuh naturalnya sebagai pemecah tren thin eyebrow, Lucille Ball masih setia dengan micro-brow. Alisnya tampak jelas dibentuk, tipis, dan merebut perhatian wanita generasi lebih dulu lewat acara I Love Lucy.


Brigette Bardot bangkitkan tren thin eyebrow pada 1960an. (Foto: dok. Vogue)

Melompat sepuluh tahun setelahnya pada tahun 1960an, Brigitte Bardot kembali membangkitkan tren micro-brow.


Sophia Loren yang ikonik mencukur dan menggambar ulang alis super tipis di 1960an. (Foto: dok. Vogue)

Sophia Loren muncul di khalayak ramai dengan alisnya yang telah digambar ulang super tipis setelah dicukur habis. Sebelum menjadi ikonik, langkahnya ini menjadi inspirasi banyak wanita di generasi 1960an.


Selain bulu mata, Twiggy punya aset lain seperti thin eyebrow yang menarik perhatian. (Foto: dok. Vogue)

Masih di era yang sama, nggak lengkap rasanya sebelum menampilkan Twiggy. Model berperawakan kurus ini memang dikenal dengan bulu mata panjang khasnya, tapi micro-brownya pun nggak kalah pamor.


Pamela Anderson menghidupkan tren thin eyebrow di 1990an. (Foto: dok. Vogue)

Era 1990an kaum wanita kembali menemukan kenyamanan dibalik membentuk alisnya. Pamela Anderson menjadi salah satu selebriti papan atas yang mempopulerkan gaya berdandan dengan micro-brownya.


Kate Moss turut mempopulerkan thin eyebrow di 2000an awal. (Foto: dok. Vogue)

Nggak cuma Pamela Anderson, supermodel Kate Moss juga turut mempopulerkan gaya ini dan membuat seluruh generasi 90an mengalami demam micro brow sampai ke awal tahun 2000an.


RiRi menghadirkan thin eyebrow di cover British Vogue edisi September. (Foto: dok. Vogue)

It’s RiRi! Tahun 2018, Rihanna kembali membawa gaya berdandan micro-brow lewat fotonya di sampul majalah British Vogue. Tata rias menawan dari Isamaya Ffrench menggunakan Fenty Beauty dan hiasan kepala bunga yang diciptakan Azuma Makoto nggak hanya cantik nan klasik, tapi juga membuat jagat Twitter berkicau tanpa henti menyuarakan gairah akan kebangkitan yang entah keberapa kalinya dari tren micro-brow ini.

Sebelum foto yang diarahkan gayanya oleh Editor-in-Chief British Vogue Edward Enninful dan difoto oleh fotografer fashion Nick Knight ini viral, telah banyak orang yang mengatakan kebangkitan tren thin eyebrow ini bukanlah yang pertama. Wanita-wanita di Kawasan Afrika Selatan telah lebih dulu memakai tren ini beberapa waktu belakangan.


Sebelum RiRi, wanita Afrika Selatan mencoba membangkitkan tren thin eyebrow. (Foto: @VanillaGambino via Twitter)

Melewati semua era, micro-brow selalu hadir membayangi dunia kecantikan. Meski sudah dipopulerkan oleh banyak wanita di masa lampau dan sekarang Rihanna kembali menghadirkannya di publik, bukan berarti kalian harus bersiap membeli tweezer.

Pada akhirnya, alis yang terbaik untuk kalian masing-masing adalah alis yang membuat kalian nyaman, entah itu alis yang archy, lurus, menyambung, atau alami.

Setujukah kalian? Berikan tanggapan kalian di bawah, yuk!



Oleh: MLR

Like what you read? Give Qubicle Beauty your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Qubicle Beauty

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US