TurBombardirdanCrowdfundingUnikAlaJoeMillion

August 08, 2018Qubicle Music
Rapper Joe Million membeberkan hal penting dibalik tur pulau Jawa-nya: ngajak orang beramai-ramai urunan alias dengan cara crowdfunding.

Jayawijaya Parulian Nababan alias Joe Million sedang menggelar Tur Bombardir, "karyawisata"-nya keliling pulau Jawa yang dimulai hari Rabu (8/8) ini. Ada cerita menarik mengenai persiapan produksi tur tersebut, yakni soal usaha penggalangan dana. Dirinya semacam membuat sebuah sistem crowdfunding yang bisa dibilang unik­—dari menjual CD rilisannya hingga membuatkan single dalam format CD khusus bagi setiap orang dari semua yang ikut urunan.

Lewat surat elektronik, kami melempar beberapa pertanyaan tentang usaha urun dana untuk tur-nya itu hingga citra Joe Million yang tidak borju sama sekali, yang well, menurut kami agak berbeda dengan kebanyakan rapper populer hari ini.

Mengapa Joe Million perlu mengadakan tur? Dan kenapa hanya di pulau Jawa?

Karena menurut saya tur adalah bagian penting dari perjalanan karir seorang musisi. Dengan tur, kemampuan seorang musisi lebih terasah. Juga sekaligus menambah jejaring pertemanan dan sebagai contoh bagi musisi lain yang kekurangan dana dan ingin melaksanakan tur. Pulau Jawa dipilih karena fasilitas transportasinya sudah sangat mendukung untuk melakukan tur ke banyak titik.

Lewat akun Instagram @joemillionraps diinformasikan bahwa dibutuhkan dana sebesar Rp10 juta untuk 'Tur Bombardir'. Dana itu untuk apa aja?

Awalnya saya mau tur ini bukan [diperlakukan layaknya] gigs seperti pada umumnya. Saya ingin lebih seperti tampilan ngamen di tiap kota. Dengan membeli speaker portable seharga Rp3 juta, Rp 6 juta untuk biaya akomodasi 3 orang di 10 kota, dan Rp1 juta biaya tak terduga.

Tapi sekarang konsepnya berubah karena mencari Rp10 juta dalam waltu singkat ternyata susah. Jadi kembali menjadi tur seperti pada umumnya, yaitu ikut ke berbagai gigs yang digelar di tiap kota.

Jadwal lengkap Tur Bombardir yang dijalani Joe Million bulan Agustus 2018 ini. (foto: dok. Joe Million)

Tapi sebelumnya sudah pernah menggelar urun dana atau semacam crowdfunding seperti ini?

Sebelumnya pernah tahun di tahun 2017 untuk melakukan tur juga. Tapi gagal karena mobil yang harusnya saya pakai tur malah saya tabrakin. Dan uang yang terkumpul dipakai untuk benerin mobil.

Sejauh ini bagaimana respon teman dan audiens dalam ngebantu ngumpulin dana dan menanggapi sistem crowdfunding yang digagas Joe Million?

Sejauh ini sudah 50 pembeli dengan total CD terjual 70 keping. Semua sangat antusias untuk membantu. Tidak hanya lewat membeli CD namun juga dengan mengadakan gigs dadakan ketika tidak ada gigs terjadwal di kota tujuan.

Selain menjual CD, Joe Million juga merilis satu track single untuk setiap 20 nama yang terlibat membantu proses crowdfunding. Bagaimana proses kreatif untuk lagu-lagu itu? Ngerasa diburu-buru nggak, sih?

Sebenarnya tidak diburu-buru. Tidak terlalu sulit untuk menulis lagu bagi saya. Namun karena saya harus merekam nya disela-sela waktu kerja sebagai koki sekaligus ngitung-ngitung duit kafe jadi yang susah cuma pas rekaman doang.

Joe Million adalah salah satu rapper muda potensial yang selalu menarik untuk disimak, baik lirik maupun caranya berceloteh. (foto: dok. Joe Million)

Musik hip hop dan attitude kebanyakan rapper populer jaman sekarang kan banyak nunjukin citra borjuis nih, sedangkan Joe Million (yang memilih nama panggung ‘Million’) justru terang-terangan banget memberi informasi lagi butuh dana dan bikin crowdfunding. Kontras banget nggak, sih?

Nama 'Million' adalah harapan saya untuk kaya raya. Ada alasan tersendiri kenapa saya ingin kaya dan tidak akan saya jelaskan. Namun bukan berarti saya harus memaksakan diri dengan menjadi sesuatu yang bukan saya. Kalau memang keadaannya lagi miskin ya saya harus bekerja untuk jadi kaya. Lebih ke ingin jujur dengan diri saya sendiri.

Alumnus Universitas Negeri ITB dinilai punya peluang besar buat memiliki karir yang menjanjikan. Apa yang justru membulatkan tekad Joe Million untuk penuh waktu berkarya lewat musik?

Awalnya karena iri. Melihat musisi bisa dapat uang banyak dengan melakukan sesuatu yg fun. Saya kira tidak adil bekerja keras di kantor untuk mengeluarkan uang di akhir minggu dalam jumlah besar hanya untuk menonton pertunjukkan musik yang paling lama hanya 2 jam. Saya lupa, kalau dibalik semua uang itu ada kerja keras, talenta, koneksi, serta keberuntungan. Saya sekarang udah nyebur cukup lama, 7 tahun. Saatnya saya merasakan bahagianya berkarya, yaitu lewat tur.

Mengenai semangat kolektivitas yang Joe Million kedepankan di 'Tur Bombardir'—yang salah satunya tercermin dalam sistem crowdfunding, bagaimana sebenarnya pandangan Joe Million tentang banyaknya kolektif musisi dan seniman? Mempersatukan atau justru jadi membentuk kubu-kubu tersendiri?

Kubu-kubu justru awalnya. Karena menurut saya sifat kompetitif dalam musik tidak bisa dihindari. Namun tiap kolektif juga akhirnya sadar kompetisi sesungguhnya itu bukan dengan sesama kolektif, tetapi dengan kebiasaan diri yang kurang baik, serta bagaimana caranya supaya suatu kolektif bisa bertahan dan terus menghasilkan karya. Cara paling mudahnya adalah dengan kolaborasi.

Jadi, kapan berencana tur di rumah sendiri, di Jayapura?

Tidak terbayangkan. Biaya yang mahal menjadi kendala utama. Harapan saya nanti kalau terkumpul Rp5 juta, pulang ke Jayapura dan bikin gig sederhana saja di sana.

Kalian masih bisa ikutan crowdfunding untuk membantu kelancaran tur yang dilakukan Joe Million. Lihat informasi detailnya di akun Instagram @joemillionraps pada bagian Insight Story bersubjek ‘Tur Bombardir’.


Penulis: Yehezkiel Sihombing

Like what you read? Give Qubicle Music your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Music

    We found it's important to give people on good music whether they're made by established musicians or newcomers.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US