DecakKagumyangDihadirkanArtScienceMuseumSingapura

April 12, 2019Qubicle Travel
Museum sudah tidak lagi membosankan, itu yang kami alami saat berkunjung ke ArtScience Museum Singapura

Kami berkesempatan mengunjungi ArtScience Museum Singapura. Berawal dari rasa penasaran melihat foto-foto yang berseliweran di media sosial, kami ingin membuktikan semenarik apakah tempat ini, dan mengapa harus menjadi salah satu destinasi pilihan saat berlibur ke Singapura.

Art Science Museum Singapura (Foto: Qubicle)

Berada di kawasan Marina Bay Sands, cukup mudah aksesnya untuk mendatangi lokasi ArtScience Museum Singapura. Sebelum datang ke tempat ini kami sudah terlebih dahulu membeli tiket secara online. Menurut kami hal ini lebih efektif untuk menghemat waktu. Selain itu, harga yang kami dapat lebih murah dibandingkan membeli secara langsung di lokasi. Sebagai perbandingan, apabila membeli secara langsung untuk pengunjung dewasa harganya SGD19 atau sekitar Rp199.500 sesuai nilai tukar saat itu. Sedangkan melalui website online kami mendapatkan harga SGD16 saja.

Gedung ArtScience Museum Singapura berbentuk teratai yang sangat ikonik dengan luas kurang lebih 6000 meter persegi. Di dalamnya terdapat 21 ruang galeri dengan berbagai macam pameran yang menarik. Tapi karena waktu yang kami miliki tidak banyak, kami memilih untuk menjelajahi Future World, sebuah galeri seni digital yang diciptakan atas kolaborasi bersama teamLab, kelompok seni antardisiplin terkemuka.

Future World di ArtScience Museum Singapura terbagi dalam lima area yaitu Nature, Town, Park, Sanctuary dan Space. Dalam waktu satu setengah jam, kami siap untuk menjelajahi satu per satu instalasi yang ada.

Nature

Berada di dunia yang berbeda ketika berada di Nature (Foto: Qubicle)

Begitu masuk ke ruangan ini, kami dibuat berada di dunia yang berbeda. Suasana yang dihadirkan seolah berada di tengah belantara hutan dengan bunga berwarna-warni, kupu-kupu yang berterbangan, dan air terjun yang terasa sangat nyata. Udara di ruangan yang mendadak dingin ditambah efek suara yang mendukung membuat instalasi ini terasa sangat magis. Sesaat kami hanya bisa terdiam, seolah tersihir ke dimensi yang berbeda. Kami cukup puas menikmati waktu di tempat ini melihat bunga-bunga yang tumbuh, mekar, kemudian menghilang. Seperti menggambarkan proses kehidupan itu sendiri.

Town

Pengunjung diajak terlibat dalam karya seni interakif (Foto: Qubicle)

Instalasi berikutnya adalah Town, tempat kota virtual dibangun dengan kreasi dari pengunjung. Di sini pengunjung diajak untuk ikut serta dalam karya seni interaktif yang ada. Selain itu, pengunjung bisa membuat rancangan kota dengan cara yang sangat inovatif. Dari yang kami lihat, Town menjadi salah satu instalasi favorit anak-anak yang berkunjung ke Future World di ArtScience Museum Singapura ini.

Park

Ruang "bermain" dalam sebuah karya (Foto: Qubicle)

Beralih dari Town, kami beranjak area berikutnya, yaitu Park. Membawa pesan untuk mengapresiasi ruang bermain sebagai bagian penting kehidupan manusia. Pengunjung bisa ikut membuat gambar, mewarnai, hingga akhirnya hasil karya pun ditampilkan di layar. Kami ikut mencoba dan rasanya bangga sekali melihat coretan tangan kami “hidup” dalam sebuah karya seni digital.

Sanctuary

Sanctuary menjadi titik jeda dengan menghadirkan suasana kelam dan tenang (Foto: Qubicle)

Setelah puas bermain di Park, kami masuk ke area Sanctuary. Seketika suasana yang ceria berubah menjadi kelam dan tenang. Apabila instalasi ini bertujuan sebagai oase ketenangan di tengah hiruk pikuk museum, maka pesan yang dibawakan sangat berhasil. Kami perhatikan bagaimana bunga sakura mekar dan kelopaknya kemudian tersebar di seluruh ruangan. Pola-pola rumit yang dihasilkan seolah menggambarkan perjalanan hidup dan mati makhluk hidup. Pantaslah bila instalasi ini disebut Impermanent Life.

Space

Area terakhir yang kami masuki adalah Space. Mata kami langsung tersihir melihat instalasi yang menggunakan 170.000 LED dengan kecanggihan teknologi yang membentuk semesta digital. Instalasi ini tidak terlalu besar, membentuk lorong yang selalu berubah warnanya menyesuaikan dengan efek suara. Kemewahan instalasi ini menjadi target utama pengunjung untuk berfoto. Harus diingat karena area di sini cukup sempit, jadi jangan sampai terlalu asik berfoto sehingga membuat kita lupa dengan antrian orang yang juga ingin menikmati instalasi ini.

Ratusan ribu LED menutup perjalanan kami di Art Science Museum Singapura (Foto: Qubicle)

Untuk menjelajahi Future World di ArtScience Museum Singapura terdapat beberapa sesi. Dimulai dari pukul 10.00, 11.30, 13.00, 14.30, 16.00, dan terakhir pukul 17.30. Pembagian ini dimaksudkan agar setiap pengunjung memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan setiap karya seni. Perlu menjadi perhatian bahwa hari libur atau akhir minggu akan lebih ramai. Saat kami datang di hari Jumat untungnya tidak terlalu padat, sehingga kami bisa langsung masuk dan masih punya waktu berkualitas untuk menikmati karya seni yang dihadirkan.


Lokasi:

 6 Bayfront Ave, Singapura, 018974

  • 10 menit berjalan kaki dari Bayfront Station
  • 15 menit berjalan kaki dari Promenade Station

  • Turun di halte bus "Marina Bay Sands Hotel" di sepanjang Bayfront Ave
  • Bus: 97, 97E, 133, 133M, 502, 518, 10


Penulis: Yossi Saragih

Editor: Adit Kurniawan

Like what you read? Give Qubicle Travel your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Travel

    The ultimate place for reflective travel and adventure experience.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US