KunjungiMasjidUnikdiJakartaSambilWisataReligi

May 17, 2019Qubicle Travel
Berwisata religi dengan mengunjungi beberapa Masjid Unik yang ada di Jakarta

Masih dalam nuansa Ramadhan. Kayaknya seru kalau bisa jalan-jalan sambil berwisata religi. Nggak perlu jauh-jauh. Di Jakarta juga bisa. Ada beberapa cara untuk bisa menikmati Jakarta, salah satunya wisata religi dengan mengunjungi beberapa Masjid yang memiliki cerita dan bentuk-bentuk yang unik di dalamnya.

Mesjid Ramlie Musofa

Sekilas Masjid Ramlie Musofa tampak seperti Taj Mahal yang ada di India. Tembok putih di seluruh Masjid, membuat Masjid ini tampak anggun dan memukau. Masjid Ramlie Musofa beralamat lengkap di jalan Danau Sunter Raya Selatan Blok I / 10 No. 12c-14. Selain sebagai tempat beribadah, Masjid Ramlie Musofa juga dijadikan sebagai salah satu objek wisata. Tidak hanya muslim saja yang datang, banyak masyarakat non-muslim pun datang sekedar untuk berfoto-foto di Masjid ini.

Nama Ramlie Musofa diambil dari inisial keluarga sang pendiri. Ra yang berarti Ramli Rasidin dan Lie diambil dari nama istrinya yaitu Lie Njok Kim. Sementara Musofa merupakan akronim dari 3 nama anak-anaknya.

Yang membuat keindahan Masjid ini sungguh memukau yaitu juga adanya kaligrafi Alquran di dinding Masjid yang dibuat dengan tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Mandarin.

Masjid Babah Alun

Masjid selanjutnya adalah Masjid Babah Alun. Ada suasana kontras di bawah kolong tol pada umumnya. Di bawah kolong tol Wiyoto Wiyono sebuah bangunan seakan menyempil dengan padual warna hijau, kuning, dan merah. Masjid Babah Alun juga kental dengan corak Tionghoa. Mesjid ini dibangun tahun 2017 oleh seorang Tionghoa bernama Muhammad Jusuf Hamka. Corak Tionghoa semakin terasa ketika memasuki Masjid, terdapat Kaligrafi 99 Asmaul Husna yang juga menggunakan Bahasa Mandarin.

Masjid Lautze

Mungkin pernah mendengar Masjid Lautze di Bandung. Tapi kenapa ada Masjid Lautze juga di Jakarta. Ternyata ada keterkaitan antar keduanya. Masjid Lutze yang berada di Jakarta merupakan pusat dari Yayasan Haji Karim Oei. Masjid Lautze di Jakarta berdiri pada tahun 1991, lalu 6 tahun berselang barulah berdiri Masjid Lautze 2 di Bandung.

Masjid Lautze juga kental dengan nuansa tionghoa, karena memang pendirinya merupakan tokoh agama keturunan Tionghoa. Masjid Lautze sepintas tidak terlihat seperti Masjid, karena Masjid ini tidak memiliki Kubah yang biasanya ada pada Masjid pada umumnya.


Oleh: Adit Kurniawan

Like what you read? Give Qubicle Travel your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Travel

    The ultimate place for reflective travel and adventure experience.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US