LebihSeruMerayakanTahunBarudiBaliatauSingapura?

January 02, 2019Qubicle Travel
Sama deketnya, sama ngehits-nya, sama populernya di kalangan traveler. Tapi kalau buat merayakan tahun baru yang mana ya yang lebih seru?

Bali dan Singapura sama-sama merupakan destinasi favorit orang Indonesia untuk merayakan tahun baru. Yang satu menawarkan kombinasi wisata budaya dan alam yang sempurna untuk ukuran destinasi dalam negeri, sedangkan yang satu lagi, meskipun lebih mahal, menjanjikan pengalaman wisata kota besar ala luar negeri yang paling dekat dari Indonesia. Dua-duanya juga merupakan destinasi yang tepat bagi para traveler yang berencana merayakan tahun baru sambil berlibur!

Sambut tahun baru dengan pesta ala Bali

Sebagai sebuah pulau dengan pesona lautan yang sudah terkenal seantero dunia, Bali pun menjadikan pantai sebagai senjata utama mereka untuk menghibur para pengunjung yang tiba di Bandara Ngurah Rai menjelang akhir tahun. Hampir semua pantai di Bali dan kelab-kelab malam di dalamnya, terutama di sekitaran Kuta dan Seminyak, bakal menjamu tamu-tamunya dengan party seru diiringi musik-musik hits.

Suasana di Pantai Double Six di hari terakhir bulan Desember (Foto: Qubicle)

Favorit kami adalah La Plancha. Selain isinya anak-anak muda dan musik yang dimainkan adalah musik-musik favorit masa kini, merayakan tahun baru di sini enggak dipungut biaya sama sekali! Cukup dengan beli minum, lalu gabung dengan rombongan seru yang sudah siap bergoyang di bibir pantai! Menjelang tengah malam, kami dan pengunjung lainnya pun kompak melakukan hitungan mundur, dan pentas kembang api dimulai! Suasana yang meriah sekali untuk merayakan tahun baru!

La Plancha bahkan sudah ramai jauh sebelum tengah malam (Foto: Qubicle)

Kelemahan dari Bali adalah cuacanya. Desember adalah salah satu bulan di mana hujan sering turun, dan enggak jarang justru turunnya pas tengah malam. Beberapa kali kami merayakan tahun baru di Bali, semuanya pasti disambut hujan. Tapi justru itu menambah keseruan berpesta menyambut tahun baru di tengah pantai sambil diiringi musik kencang, lho! Rasa-rasanya jadi jauh lebih lepas! Selain itu, kalau hujannya turun di siang hari dan berhenti sebelum gelap, biasanya mendatangkan langit sunset yang cantik dengan warna jingga atau gulali—menjadi pemandangan yang tepat untuk menutup tahun yang lama, bukan?

Perayaan bersama cantiknya Singapura

Siapa yang berani meremehkan kecantikan Negeri Singa ini? Gedung-gedung pencakar langit dan bangunan-bangunan kolonialisme Inggris yang tersebar di pusat kota menjadikan kota ini begitu dipuja wisatawan. Dan semua itu bisa dinikmati saat malam pergantian tahun!

Area favorit penduduk setempat, dan tentu saja wisatawan, adalah di dekat perairan di pusat kota Singapura: Marina Bay, Esplanade, dan seluruh area di sepanjang harborfront. Saat itu kami memilih Esplanade, dan pilihan itu sangat tepat! Area itu disulap jadi semacam pasar malam modern di mana stan-stan makanan dan minuman berdiri memenuhi lahan kosong, dan orang-orang menghabiskan waktu mereka menunggu tengah malam sambil duduk-duduk di meja menikmati santapan akhir tahun bersama keluarga dan kawan-kawan. Tapi alih-alih duduk di area pujasera, kami lebih tertarik untuk duduk-duduk di area rumput dekat perairan bersama ratusan pengunjung lainnya yang ramai sekali!

Para pengunjung duduk-duduk di rumput, dengan gedung-gedung pencakar langit sebagai latar belakang (Foto: Qubicle)

Pergantian tahun pun disambut dengan pentas kembang api yang sangat memukau, dengan warna-warna cerah nan mencolok yang menerangi gelapnya malam—yang sukses membuat kami terpana. Mengingat Singapura adalah sebuah negara yang cukup kaya, pentas kembang api di Esplanade dan sekitarnya itu pun tergolong yang berkualitas, bukan level main-main “yang penting asal ada” saja.

Tahun baru ala Singapura ini juga punya kelemahannya. Kalau di Bali, seramai apapun pantainya, orang-orang tetap bisa pulang dengan mudah karena biasanya semua memiliki motor atau mobil rental masing-masing, di Singapura, semuanya harus pulang dengan kendaraan umum. Memang sih, MRT Singapura akan beroperasi lebih larut, tapi pengunjung harus rela berdempet-dempetan dengan banyak orang kalau mau bisa cepat pulang. Kami pun mengalami hal itu: jalan tergopoh-gopoh untuk bisa keluar dari area Esplanade, mesti menunggu lumayan lama sampai akhirnya bisa dapat kereta, dan di dalam kereta harus berdesak-desakan. Tapi justru itu semua membuat pengalaman bertahun baru di kota modern ala Singapura makin berkesan!

Pentas kembang api di Singapura sangat memukau (Foto: Qubicle)

Baik Bali maupun Singapura sama-sama menjanjikan malam pergantian tahun yang menakjubkan, tapi dengan versi masing-masing yang ditujukan pada tipe wisatawan yang berbeda-beda. Jadi, mau tahun baruan ala apa nih: Party-goer atau urban explorer?


Oleh: Vicky Amin

Like what you read? Give Qubicle Travel your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Travel

    The ultimate place for reflective travel and adventure experience.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US