MemulaiPerjalananTurGoldenTrianglediJaipur,India

January 14, 2019Qubicle Travel
Golden triangle India terkenal dengan wisata 3 kota yang dilaluinya yaitu Jaipur, Delhi, dan Agra. Petualangan kami dimulai di Jaipur, India
Dengan wilayah yang luas, India menawarkan berbagai macam objek wisata. Mulai dari wisata salju, pantai, gunung, hutan, budaya, dan kuliner bisa dilakukan di India. Salah satu rute yang paling populer sebagai start awal mengeksplorasi India adalah rute golden triangle India yaitu kota New Delhi, Agra, dan Jaipur. Bentuk rute yang seperti segitiga dan banyaknya obyek wisata di 3 kota ini menyebabkan rute ini disebut rute golden triangle, dan kami pun sempat menjelajah rute tersebut beberapa waktu yang lalu. Kami melakukan perjalanan ini saat musim dingin yaitu antara bulan Oktober sampai Maret di saat cuaca masih manusiawi, karena di musim panas seperti bulan Juni dan Juli suhu di ketiga kota ini bisa mencapai 40 derajat celcius!
Suasana Kota Jaipur yang Serba Pink Terracotta (Foto: Unsplash)      

Perjalanan kami di rute golden triangle ini dimulai dengan mendarat di Bandar Udara Internasional Jaipur di Kota Jaipur India. Jaipur yang merupakan ibukota Provinsi Rajashtan ini dikenal sebagai kota tua yang kental akan sejarah. Kota ini juga terkenal dengan sebutan ‘Pink City’ karena banyak bangunan berwarna merah muda di penjuru kota. Hal ini juga yang menjadi objek wisata Jaipur India. Well, asumsi kami pribadi sebenarnya bukan warna merah muda yang berarti pink sih tetapi lebih kearah terracotta atau merah kejinggaan. Warna merah muda di berbagai bangunan ini juga termasuk bagian dari sejarah Kota Jaipur, yaitu karena pemerintah Jaipur pada abad ke-19 yaitu Maharaja Sawai Sam Singh ingin memberi kesan yang baik dan hangat pada Pangeran Albert dan istrinya dari Inggris yang pada tahun 1876 sedang berkeliling India. Warna terracotta memang sering dianggap sebagai warna yang melambangkan keterbukaan dan keramahan, maka Maharaja pun memerintahkan untuk mengecat seluruh penjuru kota dengan warna tersebut. Warna terracotta ini pun kemudian dipertahankan karena istri Maharaja menyukai warna tersebut. Bahkan, setahun kemudian yaitu tahun 1877, terbit undang-undang yang menyatakan bahwa membangun bangunan selain warna terracotta adalah perbuatan ilegal dan melanggar hukum.

Hari sudah malam saat kami tiba di Jaipur dan kami memutuskan untuk langsung naik taksi resmi dari bandara menuju tempat menginap dan beristirahat agar bisa memulai petualangan keesokan harinya, yaitu mengunjungi berbagai tempat wisata Jaipur India diantaranya adalah:

Albert Hall Museum

Wisata Jaipur India kami dimulai dengan mengunjungi museum yang dibangun saat kedatangan Pangeran Albert ke Jaipur yang telah kami sebutkan di atas. Museum ini dinamakan Albert Hall juga karena kemiripan arsitekturnya dengan Victoria and Albert Museum yang berada di London, Inggris. Museum Albert Hall ini awalnya diperuntukkan sebagai tempat untuk menyaksikan konser, kemudian berubah fungsi menjadi balai kota dan baru pada akhirnya di tahun 1880 difungsikan sebagai museum yang menyimpan karya seni buatan pengrajin-pengrajin lokal. Museum ini kini setidaknya terbagi dalam 16 galeri yang menyimpan berbagai macam koleksi seperti patung-patung yang terbuat dari metal menggambarkan perang Mahabrata dan Ramayana, senjata dan baju zirah dari berbagai suku di Jaipur India, pahatan-pahatan yang menggambarkan kehidupan Jaipur India, hingga koleksi alat-alat musik khas India seperti rabab, karna, chouteau, ravan hatha, dan bankia.

Ada beragam cara untuk menuju Albert Hall Museum, yang paling mudah tentu saja naik taksi dari hotel menuju ke museum. Kami mencoba naik kereta atau metro lokal dan turun di Sindhi Camp Station. Dari sini, kami berjalan kaki menuju Albert Hall. Mengingat penduduk India yang jauh lebih padat dari Indonesia, jadi harus hati-hati dan waspada ya selama perjalanan. Albert Hall dibuka untuk umum dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore, dan buka setiap hari sepanjang tahun kecuali di hari raya Holi, dan di saat maintenance yaitu hari Selasa di Minggu ke empat setiap bulan Oktober sampai Maret, dan hari Senin di Minggu ke empat setiap bulan April sampai September. Harga tiket masuk ke museum ini adalah 300 rupee untuk turis asing atau sekitar Rp67.000. Tapi, tersedia juga tiket terusan untuk wisata Jaipur seharga 1000 rupee yang bisa digunakan untuk masuk ke Amber Fort, Albert Hall, Hawa Mahal, Jantar Mantar, Nahargarh Fort, vidyadhar garden, Sisodia Rani garden & Isarlat. Kami pun lebih memilih untuk membeli tiket ini karena berencana pergi ke beberapa tempat lainnya.

  Museum Albert Hall yang Terinspirasi dari Museum Victoria & Albert di Inggris  (Foto: Unsplash)      

Albert Hall ini juga sebenarnya dibuka di malam hari pada pukul 7 hingga 10 malam dengan tiket hanya 100 rupee atau Rp20.000 saja. Suasana yang berbeda pun akan terlihat karena efek lampu warna warni yang menghiasi gedung ini. Namun, kami tidak merekomendasikan wanita berjalan seorang diri di malam hari ya, untuk menjaga diri sebaiknya pergi bersama orang-orang yang sudah dikenal jika ingin berpergian di malam hari

Hawa Mahal

Bangunan ini merupakan salah satu highlight dari perjalanan rute golden triangle khususnya wisata Jaipur. Selain Taj Mahal, sebenarnya masih banyak mahal-mahal (mahal: istana) lainnya di India. Salah satu yang paling populer di Jaipur India yaitu Hawa Mahal ini yang artinya “Istana Angin”. Di istana yang dibangun pada tahun 1799 ini ada sekitar 953 jendela yang awal tujuannya dibangun sebagai ventilasi udara. Karena dulu gadis-gadis bangsawan ini nggak boleh keluar sembarangan karena katanya itu menurunkan martabat mereka, maka 953 jendela ini menjadi tempat mereka untuk melihat-lihat situasi jalanan di depan istana tanpa harus takut bakal dilihat balik sama rakyat jelata.

Tampak Depan Hawa Mahal dengan 953 Jendelanya (Foto: Unsplash)      

Untuk menuju Hawa Mahal, dari Albert Hall kami berjalan kaki menuju Ram Niwas Garden dan naik bus ac nomor 12 dan turun di Badi Choupad. Tiket masuk Hawa Mahal masih termasuk dalam tiket terusan yang kami beli di Albert Hall sebelumnya.

City Palace

Sesuai namanya, City Palace adalah kompleks istana di pusat kota yang terbagi lagi menjadi beberapa lokasi seperti Mubarak Mahal yang artinya “Istana Selamat Datang” dan kini digunakan juga sebagai museum tekstil untuk memperkuat daya tarik wisata Jaipur India serta Chandra Mahal yang merupakan tempat tinggal keturunan Maharaja Jaipur yang sifatnya tertutup untuk umum. Jangan lupa berfoto di tempat yang sangat populer di media sosial ini yaitu di Pitam Niwas Chowk atau Gerbang Empat Musim yaitu Gerbang Merak yang mewakili musim gugur dan dipersembahkan untuk Dewa Wisnu, Gerbang Lotus yang melambangkan musim panas, Gerbang Leheriya yang melambangkan musim semi dan Gerbang Mawar yang melambangkan musim dingin.

  Kemegahan City Palace yang Masih dihuni Keturunan Raja Hingga Saat Ini (Foto: Qubicle)  

City Palace berjarak sekitar 1 kilometer dari Hawa Mahal. Mengingat jalan di India yang cukup semerawut, kami memutuskan untuk berjalan kaki saja dari Hawa Mahal untuk menghindari macet karena jalan yang harus dilalui antara Hawa Mahal dan City Palace adalah area pasar yang cukup ramai yaitu Tripolia Bazaar.

Jantar Mantar

Area Observasi Astronomi Terbesar Se India, Jantar Mantar (Foto: Unsplash)      

Jantar Mantar adalah sebuah observatorium atau tempat pengamatan astronomi terbesar di India, membuatnya semakin memperkuat obyek wisata Jaipur India. Di sini, kami bisa mengukur jarak dan posisi benda-benda luar angkasa dengan menggunakan 19 instrumen yang punya kegunaan berbeda-beda. Salah satunya yang paling populer adalah Samrat Yanta yaitu sebuah jam matahari terbesar di India. Kami mengunjungi Jantar Mantar tepat tengah hari disaat matahari sedang di atas kepala agar pengamatan bisa lebih ideal. Sangat disarankan untuk menyewa guide atau audio guide agar lebih memperjelas arti bangunan yang ada di tempat ini. Lokasi Jantar Mantar terletak di seberang City Palace dan tiketnya pun sudah termasuk tiket terusan yang kami beli diawal tadi.

Jal Mahal

Wisata Jaipur India tidak lepas dari bangunan yang penuh nilai historis. Seperti tempat yang satu ini yaitu Jal Mahal. Jal Mahal yang artinya adalah Istana Air ini memang benar-benar terletak di antara air yaitu di Danau Sagar. Meskipun berjudul ‘istana’ sebenarnya gedung ini bukanlah tempat tinggal para Maharaja melainkan sebuah pondok tempat berburu angsa dan bebek bagi Maharaja. Sebenarnya, bangunan ini memiliki lima lantai, namun hanya lantai bagian atas saja yang terlihat di permukaan danau dan sisanya tenggelam oleh air danau. Ini akibat dahulu kala India pernah mengalami kekeringan berkepanjangan dan akhirnya dilakukan perluasan terhadap Danau Man Sagar. Perluasan ini mencapai area berdirinya Jal Mahal dan menenggelamkan lebih dari separuh istana ini.

Jal Mahal di Tengah Danau Man Sagar   (Foto: Unsplash)    

Saat ini, Jal Mahal tidak dibuka untuk umum, jadi kami hanya bisa memandangi istana air ini dari pinggir danau. Meski begitu kami cukup asyik memotret istana ini dan juga berpose di depan istana ini hingga menghabiskan waktu selama setengah jam. Jal Mahal terletak sedikit di luar pusat kota Jaipur dan kami menuju tempat ini menggunakan rickshaw (sejenis becak motor) dengan tarif hanya sekitar 150 rupees atau Rp30.000

Amber Fort

Gerbang Amber Fort yang Ramai dikunjungi Wisatawan (Foto: Unsplash)  

Di Jaipur India juga ada benteng yang terletak di wilayah Amber yang letaknya di perbukitan sedikit keluar dari Jaipur. Kami menuju Amber Fort setelah dari Jal Mahal karena letaknya yang searah. Amber Fort terletak di puncak bukit menghadap ke danau Maota. Awalnya, tempat ini adalah rumah bagi keluarga kerajaan Rajput hingga kota Jaipur selesai dikonstruksi. Benteng ini terdiri dari sejumlah istana, aula, taman, dan Kuil. Bagian dalam bangunan ini dipenuhi hasil karya menakjubkan yang dibuat begitu rumit. Karena pintu gerbangnya yang berada di atas bukit, jangan lupa siapkan stamina dan air mineral untuk tenaga mendaki ya.

Raj Mandir Cinema Hall

  Interior Klasik Bioskop Raj Mandir  (Foto: Unsplash)

Rasanya ada yang kurang kalau datang ke India tapi nggak menyaksikan Bollywood. Sebab, bisa dibilang kami pertama kali mengenal India di masa kecil ya lewat film-film bollywood di masa lalu seperti Kuch-Kuch Hota Hai dan Mohabbatein. Oleh karena itu, kami menyempatkan diri untuk menonton bioskop dalam itinerary wisata Jaipur kali ini. Kami pun sempat tercengang saat masuk Bioskop Raj Mandir yang terletak di Bhagwan Das Road, Jaipur India. Ini karena meskipun terlihat biasa saja dari luar, bioskop ini sangat megah dan lebih cocok difungsikan sebagai gedung teater. Meski hanya memiliki satu studio, bioskop ini sangat luas dan bisa menampung hingga 1000 penonton dengan kursi yang terbagi menjadi empat kelas yaitu ruby dan emerald seharga 100 dan 150 rupees yang terletak di bawah seperti bioskop pada umumnya dan diamond dan premium yang terletak di balkon dengan kursi yang jauh lebih nyaman seharga 275 dan 365 rupees. Karena hanya satu studio maka kami tidak bisa memilih film apa yang akan ditonton. Dan sesaat setelah film dimulai ternyata memang hiburan kami bukan hanya berasal dari filmnya saja tapi juga reaksi masyarakat India saat menonton film. Mereka sangat reaktif terhadap semua adegan film, mulai dari tertawa terbahak-bahak, ikut berkomentar saat ada scene tertentu, sampai bersiul menggoda saat sang pemeran utama wanita muncul di layar. Tak lupa saat adegan bernyanyi dan menari para penonton pun antusias ikut bernyanyi dan berjoget di kursi masing-masing. Buat kalian yang terbiasa menonton dengan tenang jangan senewen ya ketika menonton di India, karena mungkin seperti itulah budaya mereka.

Selesai menjelajah Jaipur, India, kami melanjutkan perjalanan golden triangle kami menuju Agra, tempat dimana bukti cinta terbesar di dunia Taj Mahal terletak. Tunggu artikel penjelajahan kami selanjutnya ya...

Photo Thumbnail & Header: Ibrahim Rifath on Unsplash


Oleh: Miko Jat

Like what you read? Give Qubicle Travel your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Travel

    The ultimate place for reflective travel and adventure experience.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US