Notifikasi

    ESCAPEDIA FLORES

    oleh ESCAPADE Pulau bernama asli Nusa Nipa (Pulau Ular)  yang cantik ini memiliki luas 14.300 km2. Nama Flores sendiri tercetus oleh Portugis dengan sebutan Cabo de Flores yang berarti Tanjung Bunga dan terkenal akan keindahan alamnya.

    KETIKA LISTRIK MASUK LAUT

    oleh ESCAPADE Text & Foto : @aditanandaRute udara Jakarta-Manado dan dilanjut perjalanan darat Manado-Selat Lembeh selama kurang lebih dua jam saya jabani demi seekor kerang. Mungkin pada bertanya-tanya, “Wow... enak banget ya kerangnya?” Ooow lebih parah, kerang ini bukan untuk dimakan, melainkan hanya untuk dilihat saja. Kerang ini memang bukan sembarang kerang, tapi ia diciptakan Tuhan lengkap dengan blink blink layaknya para rapper kulit hitam dari Negeri Paman Sam. Lebih kerennya, blink-blink ini terlihat sangat berkilauan –sampai sampai terlihat bagaikan arus listrik. Inilah asal muasal nama hewan ini electric clam.Untuk melihat hewan bernama latin Ctenoides ales ini kita membutuhkan bantuan alat selam, karena letak kerang ini berada sekitar 10 m di bawah permukaan laut Selat Lembeh, Sulawesi Utara.Peralatan diving sudah terpasang, tangki penuh di 200 bar, kamera aman dari kebocoran, batere kamera penuh, memory card sudah dikosongkan. So tunggu apa lagi? Tidak mau mubazir waktu, saya pun duduk di pinggir kapal dan melakukan backroll entrance. Byur!Bang Elrit, sang dive guide langsung mengajak saya ke arah electric clam berada. Tidak seperti ikan yang bisa berpindah sesuka hati, electric clam umumnya diam di satu tempat, sehingga tak sulit untuk menemukannya. Bang Elrit berhenti di depan mulut gua dan menunjukkan tangannya ke dalam gua, seakan berkata, “Itu electric clam-nya ada di dalam gua.”Guanya kecil, hanya bisa dimasuki oleh pas dua orang. Secara perlahan saya masuk ke dalam gua, sebisa mungkin meminimalisasi gerakan agar partikel pasir di dasar laut tidak naik dan air tetap jernih. Dan benar saja, di sebuah celah gua tersebut terlihat ada seekor electric clam. Kedua cangkangnya menganga –tak pernah sekali pun tertutup, seakan sengaja memamerkan keindahan kilat cahaya yang terdapat di jaringan daging atau mantle-nya.Jaringan mantle sang kerang berwarna oranye-merah cerah, sangat cantik. Tepat di tengah mantle atas dan bawah saya melihat cahaya putih bergerak secara teratur dari ujung ke ujung, membuat seakan ada aliran listrik yang melewati jaringan daging tersebut. Pasti penasaran ‘kan, kira-kira nyetrum nggak ya kalo disentuh?Tidak seperti namanya, electric clam ternyata tidak mengeluarkan listrik sama sekali. Kilatan cahaya seperti listrik ini adalah pantulan dari sinar matahari, atau bahkan senter para penyelam. Hal ini dikarenakan tepat pada bagian yang berpendar terdapat silika, sebuah unsur penyusun kaca, yang memiliki sifat yang sangat mudah memantulkan cahaya. Jaringan bersilika itu membuka dan menutup dengan cepat secara bergantian, membuat cahaya seakan-akan berjalan dari ujung-ke ujung –terlihat seperti listrik deh.Electric clam adalah filter feeder yang memakan khusus tanaman mikro. Ia menyaring air dan menangkap phytoplankton yang terapung-apung di lautan.Bentuknya yang lumayan besar yaitu sekitar 20 cm dan gerakannya yang super minim membuat saya leluasa mengabadikannya. Baik itu foto maupun video komplet sudah. Puasss rasanya. 

    EVOLUSI PARA PELAUT TAHUNA

    oleh ESCAPADE Teks dan foto oleh @aditanandaBila mengunjungi Sulawesi Utara, jangan batasi petualanganmu hanya di bagian daratan Sulawesinya saja, tapi menyeberanglah lebih jauh ke pulau-pulau di bagian utara provinsi ini. Tidak sulit kok untuk mencapai pulau-pulau tersebut. Ada kapal cepat dari Manado yang singgah setiap harinya ke Pulau Siau, Tagulandang, Biaro dan Pulau Tahuna. Paling jauh adalah Pulau Tahuna, dibutuhkan waktu sekitar enam jam perjalanan dari Kota Manado. Kalau ombak sedang kencang bisa lebih lama lagi. Selain memiliki jadwal yang teratur, kapal cepat ini terkenal on-time, ketika pergi saya melihat orang-orang berlarian --lengkap dengan koper dan dus-dusnya-- mengejar kapal yang mulai angkat sauh. Jangan kasih ampun, Kapten!Suasana kapal yang bersih plus dilengkapi AC membuat perjalanan ke Tahuna ini menjadi menyenangkan, apalagi penumpang disuguhi tontonan box office. Ketika saya naik kapal itu ada Keanu Reeves yang menghiasi layar kaca, perjalanan panjang pun tak terasa, terbuai oleh kepiawaian John Wick mengalahkan musuh-musuhnya.Bila ingin berangkat malam, ada juga kapal malam. Relatif lebih lambat lajunya dibanding kapal cepat, namun tidak masalah, karena kamar tidur yang disewakan sangat bersih. Dijamin penumpang bisa tidur dengan lelap sehingga begitu tiba di pagi harinya badan tetap segar dan bisa langsung berpetualang.Letak geografis yang berbatasan dengan laut membuat warga Tahuna piawai menangkap ikan. Ragam cara memancing pun berevolusi di sini. Ada satu teknik unik yang sangat menarik minat saya, namanya teknik memancing salensing.Bersama dengan Pak Rahmat, salah satu nelayan Tahuna, saya pergi melaut demi melihat teknik salensing beraksi.Begitu berada di spot yang dirasa banyak ikan, Pak Rahmat mengeluarkan peralatan mancingnya, yaitu benang, kail, batu kali dan daun kelapa... Hah? Batu dan daun kelapa?Saking penasarannya, setiap gerak-gerik Pak Rahmat tak pernah lepas dari pengamatan saya. Batu dibungkus oleh daun kelapa, selanjutnya daun dikaitkan pada kail yang sudah dilengkapi oleh umpan, baru deh kail ditenggelamkan --lengkap dengan daun dan batu tadi. Ooooh rupanya batu ditujukan sebagai pemberat agar kail beserta umpannya menyentuh dasar perairan. Tujuannya agar nelayan bisa mendapat ikan dari semua kolom kedalaman, baik itu ikan dasar maupun ikan permukaan.Begitu sudah di dasar perairan, benang disentakkan, tujuannya agar daun kelapa tersobek dari kail dan membebaskan kail dari si batu. “Ini sudah di dasar perairan, saya akan menyentak benangnya ya,” kata Pak Rahmat ketika ia merasakan tak ada lagi tarikan pada benangnya.Nah, baru deh sekarang umpan yang memainkan perannya. Kali ini dia memakai umpan berupa lempengan besi berukuran 3x3 cm berwarna silver yang mengkilat-kilat bila terkena cahaya. Ikan akan mengira benda mengkilat ini adalah sisik ikan mangsanya. Hmm jadi ingat kalau menyelam ada petuah agar melepaskan benda yang shiny-shiny, tujuannya untuk menghindari ikan pemangsa mengira benda tersebut adalah mangsanya. Nggak lucu ‘kan penyelam disamber barracuda karena dikira kalung yang dikenakan penyelam tersebut sebagai mangsanya. “DAPAT!” teriak Pak Rahmat, membuyarkan lamunan saya akan gigi barracuda.Waah padahal belum lama lho, tapi sudah dapat satu ikan. Pak Rahmat pun menarik benang dengan sumringah.Ikan terangkat, waah rupanya ikan bobara atau trevally atau kuwe --banyak ya sebutannya.“Berapa Pak kalau dijual bobara berukuran 40 cm seperti ini?”“ Seperti ini bisa dijual sepuluh ribu.”Wow, hanya sepuluh ribu rupiah? Bila di Jakarta, harganya pasti tidak mungkin semurah ini, itu pun udah mati beberapa kali. “ Selain bobara biasanya dapat ikan jenis apa saja Pak?”“Yah biasanya saya dapat kerapu, bobara, tongkol, cendro... Semua ikan bisa didapat kalau pakai salensing karena ‘kan kailnya mulai dari yang dalam sampai permukaan.”Wah menarik juga ya teknik salensing, sangat sederhana namun efektif.

    HOW DO YOU HONOR THE EARTH ?

    oleh ESCAPADE Perubahan iklim dunia terus terjadi dan harus kita antisipasi. Meski sedikit tapi ini sangat berarti. Jangan lupa padamkan lampu atau matikan peralatan elektronik anda yang tidak terpakai selama satu jam pada hari Sabtu, 25 Maret 2017 jam 20:30 sampai 21:30. INI AKSIKU MANA AKSIMU?

    SAVE CAGAR ALAM "CIHARUS"

    oleh ESCAPADE Deforestasi, sedimentasi, demarkasi, banjir, longsor, kekeringan, pencemaran, flora dan fauna punah adalah gumpalan nanah dalam luka yang Ciharus derita. Susah sembuh ibarat penderita gula, dan akan terus menggerogoti tubuh jika tidak dijaga pola hidupnya.  Sudahkah kita sadar? Kapan kah kita sadar? Bagaimana agar kita sadar? Semua dimulai jika kita paham apa itu arti dan makna dari "SADARKAWASAN". Ciharus adalah pengingat bahwa banyak cagar alam di Indonesia yang terluka. Perlu diobati sebelum diamputasi.

    KENAPA HARUS #SAVECIHARUS ?

    oleh ESCAPADE Naskah oleh Irfan Ramdhani Foto dari dokumentasi #saveciharusDanau Ciharus yang entah sejak kapan di juluki ranu kumbolonya jawabarat, mungkin karena memang berada pada jalur Gunung Rakutak seperti danau Ranu Kumbolo berada di Semeru dan di tambah lagi booming film 5cm. Danau Ciharus memiliki nilai manfaat sebagai tampungan air bagi beberapa kecamatan di sekitarnya, seperti ibun, packet, majalaya dan lain nya. Sekitar lebih dari 34.000 ha wilayah yang mendapat manfaat air dari danau ciharus. Tahukah anda? Danau ciharus terletak di kawasan cagar alam kamojang, berstatus kawasan yang seharusnya steril dari aktivitas manusia kondisi danau ciharus cukup mengenaskan. Danau yang merupakan sumber air dari sungai Citarum ini banyak di temui sampah sisa para pengunjung entah yang hanya datang atau berkemah, pengunjung sendiri ada berbagai macam mulai dari pendaki gunung Rakutak yang singgah ke danau ciharus, pemancing, pemotor trail bahkan pemburu. Cukup ironi mengingat Ciharus berstatus cagar alam. Akibatnya beberapa mata air telah hilang yang menyebabkan berkurangnya debit air danau dan sungai citarum saat musim kemarau. lalu ketika musim penghujan air danau menjadi keruh di karenakan air hujan yg seharusnya terserap terlebih dahulu langsung masuk danau melalui permukaan tanah dan membawa tanah yang tergerus aliran air hujan. Bahkan banjir bandang yang di alami oleh Garut pada tahun 2016 kemarin ialah akibat dari Ciharus yang terus menjerit seakan berteriak kepada manusia.“Tolong jangan jamah saya lagi, kondisi saya semakin sakit dan terpuruk apabila engkau (manusia) selalu menjamah tubuhku hingga tak perduli betapa sakitnya aku.”Selain banjir Bandang yang di alami Garut, efek menjeritnya Ciharus salah satunya masih banyak pendaki yang mengunjungi Ciharus sehingga mengakibatkan sampah yang sangat banyak di area Ciharus sehingga mencapai berat sampah 465 kilogram. Itu angka yang cukup fantastis untuk status Cagar alam yang sebenarnya sampahnya itu sendiri adalah manusia karena dengan status Cagar Alam dengan alasan apapun kecuali untuk penelitian atau konservasi dilarang memasuki kawasan cagar alam.Apabila kasta tertinggi mencintai itu adalah mengiklaskan, kini kasta tertinggi untuk dunia pendakian ialah cagar alam.Seperti halnya organ vital manusia yang berfungsi sebagai alat reproduksi untuk proses melahirkan kembali manusia baru. Begitu juga hutan dengan ekosistem yang terjaga berfungsi untuk mereproduksi air dan udara yang layak untuk kehidupan manusia. Segala habitat flora fauna turut andil dalam proses reproduksi air dan udara untuk menjaga kenyamanan bumi, cagar alam adalah salah satu cara menjaga proses reproduksi tetap berjalan baik dengan melarang manusia untuk masuk dengan sembarangan tanpa tujuan konservasi. Sama halnya organ vital manusia yang tidak sembarangan untuk dijamah oleh siapa saja, ada aturan aturan yang mengikat.Satu-satunya penyebab kerusakan alam adalah keserakahan manusia. Serakah eksplorasi Serakah eksistensi Serakah andrenaline Serakah tantangan Serakah ekonomi Hanya manusia yang tidak masuk dalam rantai ekosistem cagar alam. Cara paling mudah menjaga bumi, menjaga alam yaitu dengan tidak memasuki cagar alam. Masih lebih banyak lagi kawasan yang indah dan boleh kita kunjungi.Usaha penyelamatan dan reklamasi hutan di ciharus akan menjadi sia sia jika kita tidak #sadarkawasan dan pentingnya ciharus untuk kehidupan.Tidak ada kata terlambat untuk sadar, tidak ada kata terlambat untuk turut menyuarakan. Masihkah menutup mata? Masihkah buta?
    Memuat