Notifikasi

    Apa Aja Serial Event Yang Hadir Memeriahkan Scene Nightlife Jakarta? 

    oleh Party Madness Kesuksesan sebuah serial event itu diukur berdasarkan dari konsep, konsistensi dan juga eksistensinya. Banyak acara di Jakarta yang berlandaskan konsep, namun seiring berjalannya waktu, tidak sedikit pula acara tersebut menguap dan hilang. Tentunya selain kekuatan team dari pelaksana serta komunitas yang saling mengikat, membuat acara tersebut bisa terus berjalan. Beberapa serial event yang masih eksis sejak cukup lama hingga sekarang, diantaranya adalah :Triple DeckerAcara besutan dari Clubhoppers ini punya konsep tampilan 3 DJ dengan 3 CDJ. Serial event yang terbilang salah satu yang terbaik di Dance Scene Indonesia ini pertama kalinya digelar di Vertigo pada tanggal 4 Juni 2005. Triple Decker ini juga punya format pemilihan sebuah genre pilihan dalam setiap serialnya, yaitu House, Trance, Progressive dan selalu menampilkan DJ lokal yang punya nama besar seperti Ardi Pite, Marquee, Agoose, Reynald, Deny, Ai, Anton, Naro. Selain Vertigo, Triple Decker juga digelar di Embassy-Wonderbar, Retro, Centro, X2-Vintage-Equinox dan sempat berhenti di tahun 2007. Sempat break beberapa saat, dan kembali pada tahun 2009 namun persentasenya tidak sebanyak sebelumnya. Triple Decker era kini dipegang oleh DJ Dree dan tetap terjaga kualitasnya bahkan memberikan kesempatan bagi DJ baru sehingga serial event ini bisa melahirkan Rising StarPhunktionBagi para pecinta musik Drum N Bass sudah pasti mengenal serial event kepunyaan Javabass. Phunktion pertama kali digelar di Mardi Grass pada tahun 2003 dan acara underground ini digelar di banyak tempat di Jakarta ditambah luar kota. Phunktion juga merupakan bukti sebuah sejarah dance & club culture. Tercatat nama club yang pernah disambangi acara ini adalah H20, Parc, Marley, Willow, The Rain, West Pacific, A2club Alila Hotel, Royal Taste, Barons, Soupanova Ecosky, dan sementara ini bermukim di Borneo Beerhouse dan sempat juga digelar di Maja House Bandung juga ON20 Makassar. Barisan DJ & MC yang mengisi Phunktion dari mulai DFMC, Drift, Jerome, Celcius, Adder, OSGD plus nama internasional seperti Vortex. Tagline milik JavaBass yang menyebut bahwa Phunktion adalah Indonesia’s Longest Running Drum N Bass night adalah nyata dan terbukti lewat konsistensi dan eksistensi plus juga serial event ini menyabet predikat Best Serial Event di Paranoia Awards tahun 2012RewindLain lagi dengan Rewind, serial event berbasis musik RnB-Hip Hop milik Soul Menace. Tahun 2002 saja, Rewind sudah digelar di Lava Club, dan Eja aka DJ Cream sering ditandem dengan Ari aka DJ D. Bukti kualitas Rewind sudah terbukti dengan berjubelnya pengunjung baik acara itu digelar di Lava, Retro, Embassy, hingga era Parc19 juga Blowfish. Serial Event of The Year Paranoia Awards 2012 ini juga kerap kali menggabungkan konsep tambahan ke dalam acaranya seperti ‘The Classic’ dimana konsep itu seperti flashback era Rewind dahulu kala. Acara ini pun berhasil mengawal Hip Hop scene di Jakarta tetap terjaga kualitasnyaTurn On Plastic & Back In The DaysFuture10 punya signature event yang mana keduanya saling berbeda konsep dan target market. Back In The Days (BITD) adalah sebuah serial event untuk bernostalgia dari jaman keemasan House music yang sering diputar oleh DJ Anton sejak era Parkit Club lalu Bengkel Nightpark. Sehingga pasar yang dibidik adalah usia mapan dan acara ini selalu dipenuhi oleh orang orang lama. BITD yang sempat dihelat di Embassy, Exodus, Dragonfly dan juga stadium, menyabet penghargaan sebagai Club Night of The Year Paranoia Awards 2014 dan ini sekaligus bukti sebagai serial event yang sukses bertahan hingga kini. Berbeda konsep, Turn On Plastic (TOP) lahir pada tahun 2006 dan menyuguhkan House music yang sedang menjadi trend. TOP juga kerap menghadirkan sensasi dengan menambah elemen pada acaranya, dari mulai ‘Park Theme’, ‘Arcade’, hingga ‘Rave House’ yang digelar di tempat selain club. Sekarang, TOP mulai masuk ke jalur yang sedikit berbeda dengan menampilkan Underground MusicWords  : Ali BudiPhotos : Ali, Narend, Aji

    A Track To Connect : Pilih Produser Favoritmu dan Saksikan Live Performance-nya !

    oleh Party Madness Setelah melewati sebulan penuh gelaran 'A Track To Connect' yang mengajak nama-nama seperti EGRV (Electronic Groove), Double Deer Soundsystem dan Cul De Sac me-remix track milik Kla Project "Yogyakarta", kini sudah saatnya kamu memilih produser favoritmu, dan tentukan kenapa! Tapi sebelum kamu memilih, dengarkan dulu teaser clip hasil remix dari ke-tiga kolektif/produser ini.  Menangkan 7 botol special limited edition Smirnoff x A Track To Connect limited edition bottles! Gimana caranya ikutan ? Ikutin steps berikut :1. Follow @PartyMadnessID dan @Smirnoff_ID di Instagram2. Pilih produser favorit kamu di comment section di bawah, lalu tulis 'I have voted' di akun instagram kami @PartyMadnessID3. Pemenang akan diumumkan melalui akun Instagram @PartyMadnessID pada 22 Maret And make sure you guys come to our special "A Track To Connect" Session @ Lucy In The Sky, Thursday 23rd of March 2017 9pm Onwards, brought to you by Party Madness and Smirnoff Urban Vibes!

    808 Dan Pengaruhnya Pada Scene Musik Elektronik Dunia

    oleh Party Madness Roland TR-808 Rhythm Composer atau lebih sering di sebut sebagai 808 adalah sebuah “drum Machine” legendaris yang diperkenalkan oleh Roland Corporation di tahun 1980 dan di berhentikan produksinya di tahun 1983. Untuk sebuah mesin yang hanya di produksi selama 3 tahun, 808 memberikan impact yg signifikan dalam membentuk music yang kita dengarkan saat ini. Tidak seperti kompetitornya Linn LM-1 Drum Computer yang menggunakan sample sehingga suara drumnya cukup realistis, 808 adalah sebuah drum machine yg murni analog. Hasilnya adalah, suara drum yg tidak mirip dengan drum alias tidak realistis sehingga 808 dianggap sebagai sebuah drum machine yang gagal. Di saat Roland menghentikan produksi dari 808, banyak mesin 808 yg bisa di beli bekas dengan harga sekitar $100 (pada saat di luncurkan 808 di hargai $1195). Dengan karakter sound yang lain dari yang lain, pengoperasian yang mudah dan harga yang cukup murah, 808 mulai mendapatkan “cult following” hingga akhirnya menjadi fondasi dari hiphop dan electronic music.Di tahun 1982, Afrika Bambataa and The Soulsonic Force merilis “Planet Rock”. “Planet Rock” menggunakan 808 untuk mengcreate sound yang futuristic. “Planet Rock” menjadi sangat popular dan merubah sound dari dance music yang pada saat itu di dominasi oleh disco sound.  808 menjadi sound yang sangat ikonik dan tidak lama kemudian 808 mendominasi semua lantai disko. Kemudian produser seperti Chris Barbosa bereksperimen dengan tempo yang lebih pelan dari “Planet Rock” dan bereksperimen dengan R&B style vocal. Maka lahirlah genre baru yang di sebut “Freestyle”. Single dari Shannon, “Let The Music Play” menjadi lagu freestyle pertama yang menjadi hits. Tetapi 808 tidak hanya di gunakan di underground dance music. Di tahun 1982, salah satu artis soul besar di masa itu Marvin Gaye merilis lagu hitsnya yang paling terkenal “Sexual Healing”. Lagu ini jauh berbeda dengan lagu Marvin Gaye yang sebelumnya dimana beats dasar dari lagunya adalah 808 dengan gaya menyanyinya yang khas. Bahkan artis pop Phil Collins menggunakan 808 sebagai beat dasar dari salah satu hitsnya “Another Day In Paradise”.  Sementara di New York, hiphop culture mulai berkembang. Pada awalnya hiphop masih mengandalkan breaks section dari disco records, dimana mereka memainkan 2 breaks yang identical di turntable dan mereka akan men-juggle instrumental breaks dari turntable 1 dan 2  Pada saat ini producer Rick Rubin mulai bereksperimen dengan menggunakan 808. Dia bekerja dengan T-La Rock & Jazzy J memproduseri singlenya “It’s Yours”.  “It’s Yours” menjadi hits kemudian dia berkolaborasi dengan Beastie Boys dengan meproduseri album pertama mereka “License To Ill”.  Lagu Paul Revere adalah salah satu track yg menunjukkan kejeniusan Rick Rubin. Di lagu ini dia memprogram beat yang simple kemudian di mainkan secara backward. Pada masa ini, 808 sudah menjadi staple sound dari hiphop sehingga, jika tidak ada 808 sound berarti lagunya belum lengkap. Di waktu yang bersamaan di Miami, produser Pretty Tony dengan singlenya “Jam The Box”  mulai bereksperimen dengan 808 dan mulai melahirkan genre baru yang di sebut Miami Bass. 2 Live Crew menjadi ambassador dari genre ini dengan hits mereka seperti “We Want Some P#$$Y”. Di tahun 90an Urban music menjadi sound yang sinonim dengan 808 di Amerika, tetapi di waktu yang bersamaan, di Inggris revolusi Acid House is in full swing. Artis seperti Hi Tech Soul & 808 State mulai bereksperimen dengan breaks dan 808. Di 1987 E-mu merilis SP-1200 sampler. Dengan SP-1200 Produser sekarang menyample 808 kick drum dan di tune menjadi bassline. Di awal 90an genre seperti Drum & Bass dan Jungle mulai berkembang. Artis seperti LTJ Bukem dan Peshay menggunakan sample 808 kick sebagai bassline mereka.  Lebih dari 30 tahun setelah 808 berhenti di produksi, 808 masih menjadi staple sound di music hiphop, dance dan pop modern masa kini. Artis moderen seperti Usher dengan hits nya “Yeah” https://youtu.be/GxBSyx85Kp8, Tiga dengan lagunya yang berjudul “Sunglasses At Night”   dan DJ Snake dengan hitnya “Get Low” adalah beberapa contoh artis masa kini yang masih mengandalkan sound ikonik dari 808. Tanpa 808 tidak akan ada genre yang kita sebut Bass Music. Dari Crunk, Trap, Dirty South, Future Bass hingga underground sound seperti Juke dan Footwork, mereka semua adalah music genre yang tidak akan ada tanpa signature sound dari 808. Jadi, Roland TR-808 Rhythm Composer is a legend of dance music and the little drum machine that changes the way we listen to music.Oleh : Lawrence Philip

    MAD Snaps : House Cartel x Microchip

    oleh Party Madness Local music collectives House Cartel and Microchip join forces as they bring yet another quality house and techno music at Lobbyn in Kemang area featuring some of the capital's finest.Photos : Danurdara Setsumar

    Mixtape : Florian Kruse

    oleh Party Madness Berlin-based DJ and producer Florian Kruse adalah salah satu musisi elektronik asal Jerman yang telah mendedikasikan hidupnya untuk musik elektronik, bersama dengan Nils Nuernberg dan Stel Vasiloudis, ia membentuk Wiretappeur, salah satu live electronic act yang mengutamakan sound manipulation melalui musik house dan deep house yang mereka mainkan. Kruse dan Nuernberg kemudian menjadi production duo yang juga banyak merilis karya-karya di label besutan mereka sendiri, Save Room Recordings. Selain merilis di bawah Poker Flat, Anjunadeep, Noir Music, Kruse juga merupakan live electronic act yang sangat unik dan berbeda bersama Hendrik Burghard atau yang lebih dikenal dengan nama The Ground. DJ set Kruse sendiri merupakan sebuah perjalanan hypnotic yang mengajak kita bermain dengan synth wave, deep driving groove dan juga dynamic yang begitu hidup. Check out his set below for Light My Fire's podcast, sebelum Anda menyaksikan ia bermain di Jenja Jakarta hari Sabtu ini....... Oleh : Gibran Sani
    Memuat