Notifikasi

    This Is My Go Ahead: Akhir Cerita Empat Sosok Kreatif

    oleh Qubicle Lo pasti masih ingat, cerita tentang empat sosok kreatif yang berani menjawab tantangan This Is My Go Ahead . Ya, Xandega (musik), Rewinda Omar (fotografi), Direz Zender (fashion) serta Adi Dharma aka Stereoflow (visual art), bercerita tentang pengalaman mereka berkarya. Mulai dari proses pencarian inspirasi dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya referensi, lupa tidur karena on-fire mengerjakan karya, tapi kadang juga putus asa, merasa gak bisa membawa hal baru dalam karya. A total roller-coaster feeling, for sure!   Nah, seluruh proses tersebut, akhirnya sampai di garis final, yakni Artwardning Night, yang merupakan puncak dari Go Ahead Challenge, sebuah kompetisi tahunan dari Sampoerna A yang dirancang sebagai wadah berkreasi bagi individu-individu kreatif di Indonesia. Di acara Artwarding Night yang diselenggarakan pada 20 November yang lalu, Dega, Rere, Direz, dan Adi, telah sampai di the next level dan berhasil menujukkan kualitas karya mereka yang tidak lain merupakan hasil dari semangat go ahead yang konsisten. Yang pasti, karya yang mereka kali ini merupakan karya yang beda banget, tapi tetap dengan ciri khas masing-masing. Dega dengan instrumen musiknya,Rere dengan surreal photography yang selalu ‘bernyawa’, Direz dengan indigo dyeing, dan Adi dengan hip-hop style graffiti.   Ingin tahu karya apa saja yang mereka bawa di Artwarding Night 2016? Cek ceritanya di bawah ini dan persiapkan diri lo untuk ikutan di Go Ahead Challenge tahun depan!          

    What is Your Flow? Decide Now!

    oleh Qubicle Apa sih flow? Flow adalah cara lo melakukan suatu hal dengan cara yang lo banget, dengan cara yang mungkin berbeda dengan cara orang lain karena MOVE percaya bahwa setiap orang itu unik. Lebih dari cuma unik, bagi sebagian orang, menjadi bagian dari crowd dan ikut arus aja gak cukup. Begitu pula dengan tiga sosok dalam video di bawah ini. Buat sebagian orang, menikmati electronic music biasa dilakukan dengan menggunakan alat musik elektronik. Tapi, buat orang lain, menikmati electronic music dengan menggunakan vinyl, bisa jadi hal lebih seru lagi. Cara inilah yang membuat mereka berbeda dengan usual crowd yang ada. That is their flow. Dalam scene yang lain, buat mereka yang ketagihan adrenaline melalui sky diving, mungkin gak pernah terpikir cara lain selain lompat dari altitude tertentu. Tapi ternyata, buat sebagian orang, menikmati sky diving juga bisa dengan menggunakan wind tunnel. Different way, same adrenaline. That’s how he decides his flow. Bukan cuma mereka yang ada di video ini, lo juga bisa memutuskan untuk melakukan hal yang berbeda dengan yang orang lain lakukan. Dan ketika lo udah memutuskan flow lo, don’t let anything shake you! Don’t follow the crowd, be the part of DECIDE YOUR FLOW movement, dan tunjukkin flow lo supaya orang-orang tahu kalau lo beda. Decide now!

    Apa Kata God Bless, Koil, Armand, dan Ello tentang Semangat Baja

    oleh Qubicle Video klip “Semut Hitam” yang menampilkan kolaborasi live God Bless; Koil; Armand Maulana; dan Ello, telah berhasil mencuri perhatian di belantara musik nasional. Kolaborasi Semangat Baja ini telah berhasil menggabungkan 4 elemen musik rock yang berbeda, dan menunjukan seberapa besar pengaruh God Bless terhadap perkembangan musik Indonesia.   Semangat Baja God Bless dibuktikan oleh karir dan prestasi mereka sebagai salah satu band legendaris Indonesia. Selama 43 tahun berkarier, God Bless dan karya mereka telah menjadi inspirasi bagi Armand, KOIL, dan Ello. Bukan hanya musikalitas rock God Bless yang terhitung sangat berani di zaman mereka, tapi juga kegigihan dan konsistensi para personil God Bless dalam berkarier di dunia musik.   Dengan latar belakang yang berbeda, para musisi berdiskusi dalam sesi roundtable yang dilakukan sejalan dengan kolaborasi musikal. Mereka setuju bahwa Semangat Baja adalah faktor terpenting untuk bertahan di industri musik yang banyak mengalami pasang surut. Semangat ini akhirnya menjadi inspirasi mereka untuk terus menghasilkan karya yang terbaik, serta pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.   “Waktu gue dikontak, 'Nih ada kolaborasi dengan God Bless'; gue gak peduli mau manggung kek atau apa kek, gue langsung 'Let's go, let's go, let's go'”, kenang Ello akan awal keterlibatannya. Leon Legoh Ray, drummer Koil, mengatakan bahwa Koil juga tidak berpikir panjang sebelum mengkonfirmasi keterlibatan mereka dalam projek ini. Hal ini menunjukkan bagaimana Semangat Baja God Bless mendapatkan apresiasi bagi musisi-musisi lain di lintas zaman.   Sesi kolaborasi yang sangat enerjik itu ditutup dengan puas oleh Ello, “Ini menjadi suatu musical journey gue yang luar biasa.”   Jelas, kolaborasi ini memberikan kesempatan dan pengalaman yang berharga bagi para musisi Indonesia yang terlibat, dan menjadi dorongan bagi mereka untuk juga mampu membuktikan Semangat Baja mereka dalam berkarya dan berkarir.

    God Bless, Armand Maulana, Koil, dan Marcello "Ello" Tahitoe dalam Video Kolaborasi "Semangat Baja The Anthem"

    oleh Qubicle Para musisi ternama Indonesia -God Bless, Armand Maulana, Koil, dan Marcello "Ello" Tahitoe- merilis video kolaborasi dengan membawakan hits legendaris God Bless yang berjudul "Semut Hitam". Video yang berdurasi kurang lebih selama 5 menit ini menunjukkan eksistensi God Bless sebagai salah satu band legendaris Indonesia. Semangat pantang menyerah ingin disebarkan oleh God Bless bagi para musisi lainnya agar terus semangat dalam mengejar impian mereka. Lewat lagu ini juga, para musisi dan God Bless ingin mengingatkan kita semua untuk selalu konsisten dan terus maju dalam melakukan apapun yang telah kita mulai. "Semangat Baja The Anthem" merupakan sebuah persembahan dari God Bless dan musisi-musisi papan atas Indonesia untuk menyebarkan spirit “Semangat Baja” bagi musisi lainnya dalam mengejar mimpi mereka.

    God Bless, Armand Maulana, Koil, dan Marcello "Ello" Tahitoe, dalam Kolaborasi "Semangat Baja The Anthem"

    oleh Qubicle Para musisi ternama Indonesia -God Bless, Armand Maulana, Koil, dan Marcello "Ello" Tahitoe- merilis video kolaborasi membawakan hits legendaris God Bless yang berjudul "Semut Hitam". Video yang kurang lebih berdurasi selama 5 menit ini menunjukkan eksistensi God Bless sebagai salah satu band legendaris Indonesia. Semangat pantang menyerah yang ingin disebarkan oleh God Bless bagi para musisi lainnya agar terus semangat dalam mengejar impian mereka. Lewat lagu ini, para musisi dan God Bless ingin mengingatkan kita semua untuk selalu konsisten dan terus maju melakukan apapun yang sudah kita mulai. Semangat Baja The Anthem merupakan sebuah persembahan dari God Bless dan juga musisi papan atas Indonesia untuk menyebarkan "Semangat Baja" bagi para musisi lainnya yang ingin mengejar mimpi mereka.

    Soundrenaline 2016: Bukan Sekedar Festival Musik!

    oleh Qubicle Buat kamu yang datang ke Soundrenaline yang lalu, kamu pasti sadar bahwa ada yang beda di event tahun ini. Yap, bener banget, bukan sekedar musik tapi ada instalasi-instalasi yang mewakili subkultur lainnya, yakni visual art, fotografi, style. Instalasi tersebut adalah showcase karya dari 12 finalis Go Ahead Challenge. Mau tau siapa saja mereka, karya-karya dan pengalaman mereka selama di Soundrenaline kemarin? Simak di video-video berikut ini! Dari subkultur musik, Piston, Morganostic, Jimjack dan Ocsila diberi kesempatan untuk membuat musik bikinan mereka didengar puluhan ribu pengunjung Soundrenaline. Tak hanya itu, mereka juga bertemu dengan banyak musisi senior dan salah satu finalisnya bahkan mendapat tawaran untuk kolaborasi bersama Dipha Barus! Kece ya?   Dari visual art, Rato Tanggela, Akhmad Mu’arif, Okyviane Liunic, dan Kurniawan Ramadhan berkolaborasi untuk menghasilkan karya instalasi yang keren banget. Buktinya? Banyak banget pengunjung yang menjadikan instalasi mereka sebagai tempat selfie.   Dua finalis fotografi, Agus Hartomo dan Ridhwan Badar dengan bangga memajang karya-karya mereka. Dan diantara kesempatan memamerkan karyanya kepada publik, keduanya terlihat asik menjelajahi seluruh venue untuk menikmati Soundrenaline dengan maksimal. Jangan kasih kendor, gan!   Dan terakhir, dari style, dengan karakteristik masing-masing, karya Sesilia dan John Martin sukses memicu penasaran bagi banyak pengunjung yang datang. Uniknya, meskipun karakter karya Sesilia dan Martin cukup berbeda, keduanya memiliki kesamaan: Soundrenaline merupakan kali pertama mereka menonton konser!   Mau tau keseruan dan cerita-cerita lainnya? Cek di sini!  
    Memuat