Notifikasi

    Melirik 'Labide Films' Rumah Produksi Video & Film di Jogja

    oleh Tufian Topas Adam Ngomong-ngomong soal rumah produksi, Qubediningrat kali ini pengen ngajak kalian semua buat kenalan sama rumah produksi video dan film di Yogyakarta bernama Labide Films.Berangkat dari film dan ilmu komunikasi, Labide ingin menjadi jembatan melalui media audio visual. "Labide sangat menyadari bahwa komunikasi audio visual nggak cuma mengandalkan pemilihan gambar yang bagus, tapi juga penyampaian pesan yang terukur." ujar Gandoz selaku Produser.Selain itu Labide juga selalu berusaha untuk menyajikan tampilan yang menarik dan menciptakan ide-ide baru dan konsep kreatif di segala project mereka.Perusahaan atau merek tentunya dirancang dengan mempertimbangkan citra yang ingin ditampilkan. Melalui pembuatan video profile, perusahaan dapat menyampaikan serangkaian pesan seperti penjelasan tentang produk atau bahkan visi dan misi perusahaan dengan menarik. Sehingga penayangannya dapat mendukung presentasi yang efektif, dapat menampilkan infomasi dan meninggalkan kesan. - Nindi Raras, DirectorBagi Gandoz dan Nindi Raras selaku founder Labide, video iklan adalah suatu bentuk seni persuasi. Melalui video iklan, kita bisa menyampaikan ajakan, membagi kesan, ataupun sekedar menyampaikan informasi. Durasinya yang singkat memungkinkan penyampaian pesan yang fokus – to the point – pesan tunggal, sehingga mudah diingat dan lebih persuasif. Alur cerita, pengadeganan dan selera sinematografi yang baik, menjadi pondasi yang kuat untuk menyampaikan pesan.   Nggak cuma asal bicara, Labide juga telah sukses meraih banyak penghargaan seperti: FILMOGRAFI1.Short Movie Nomination Festival Film Indonesia 2012 2.The Best Short Movie LA Lights Indie Movie 2011 3.The Best Short Movie SAFEST 2012 4.Short Movie Official selection Festival Film Solo 2012 5.Short Movie Nomination Festival Film Solo 2014 6.Finalis Apresiasi Film Indonesia 20147.Official Selection Jakarta International Film Festival 20148.Official Selection Jogja International Film Festival 20149.Finalis XXI short movie competion 2015ADVERTISING VIDEO1.First Winner Video Competition Wirausaha Muda Mandiri 2014 2.Bronze Winner Advertising Video, Caraka Advertising Festival 2012 3.The Best Advertising Video, Communication Week UGM 2011 4.The Best Video ACE Hardware Video Competiton 2014 5. The Best video Competition Antar Umat Beragama 2015Selain itu Labide juga sempat berkolaborasi dengan FSTVLST mengerjakan official video HITS KITSCH 2015 - Akulah IbumuKarya-karya lain Labide Films yang sangat menarik juga bisa kamu lihat di Channel Youtube mereka di sini.Oiya, kalo kamu tertarik buat kolaborasi sama Labide, berikut Qubediningrat sematkan juga kontak mereka ;) email : labidestudio@gmail.comGanesya (producer) : +6281 804 255 976Office Labide Films : +62274 292 0191JL. Rajawali no 39 , Pringwulung, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283

    Authentic American Food Ada di Kunena Eatery Jogja

    oleh Tufian Topas Adam Kalo kamu lagi di Jogja dan kebetulan lewat jalan Melati Kulon No.4, Baciro, kamu bakal ketemu sama tempat makan dengan bangunan yang cukup unik dan berbeda dari bangunan yang ada di sekitarnya. Bangunan dua lantai berwarna biru dan putih yang didominasi kaca dan furniture yang sebagian besar menggunakan bahan kayu ini bernama Kunena Eatery.Kunena dirancang dengan gaya Skandinavia. Atmosfer Skandinavia langsung berasa banget pas kamu masuk dan ngeliat bentuk bangunan dengan atap tinggi dan interior garis dan kotak tegas berwarna biru.  Dengan bangunan bergaya Skandinavia, menu-menu Kunena Eatery didominasi dengan American Food. "Kami mencoba menghadirkan authentic American food, jadi kualitas bahan dan rasa benar-benar kami jaga," ujar Fira Sasmita selaku Public Relation.Kalo kebetulan kamu pecinta makanan Amerika dan doyan banget sama burger, burger adalah salah satu menu andalan Kunena. Varian burger yang bisa kamu pilih beragam banget! Seperti Kunena Signature, The Big K, Classic Beef Burger, Fish Burger, Beef Blackpepper dan Hawaiian Chicken.Burger yang cukup banyak dicari The Big K. The Big K adalah burger dengan isian beef, telur yang disajikan dengan salad dan kentang goreng.  Roti burger yang lembut, serta beefnya yang gurih, menghadirkan sensasi rasa yang kaya saat disantap bersama salad dari beragam sayuran segar."Kunena Signature, juga menjadi favorit di sini. Burger ini dagingnya pakai iga sapi," lanjut Fira.Ngomong-ngomong soal nama, Kunena berasal dari bahasa Afrika yang berarti bicara atau ngobrol. Nah, itu juga salah satu alasan Kunena hadir dengan tempat yang nyaman dan makanan yang enak, biar semua betah berlama-lama ngobrol, menikmati makanan sekaligus suasana. Dok. KunenaSo, kalo pengen makan burger atau segala makanan Amerika yang authentic mending cobain mampir ke Kunena Eatery. Buka dari pukul 11 siang sampe 11 malam. Nggak bakal nyesel kalo makan atau sekedar nongkrong di sini ;)

    Gitardiningrat #7 - Metal Zone part. 2 (Menantang Mitos)

    oleh Tufian Topas Adam Di episode kali ini Gitardiningrat mencoba untuk mengulik lebih dalam lagi (sedikit memaksa) Metal Zone setelah kemarin sudah mengulik tentang Distorsi Klasik Metal Zone. Cukup menantang walaupun ada beberapa yang gagal tapi tetap asik untuk disimak.Langsung aja, cekidot!3:12 - Metal Zone sebagai booster (ampli dengan sedikit drive)4:30 - Metal Zone sebagai distorsi (kombinasi dengan RAT)6:37 - Metal Zone + Chorus (Small Clone)7:20 - Metal Zone sebagai modern hi-gain8:59 - Metal Zone sebagai EQ booster9:51 - Metal Zone untuk memainkan lagu Coldplay (???)11:12 - Metal Zone dengan full humbucker12:06 - Kesimpulan (?)Gitar:1. Fender Telecaster Highway One, pick up original (neck), Seymour Duncan Little 59 (bridge)2. Epiphone Les Paul, pick up Seymour Duncan: SH-4 (bridge) & SH-2 (neck)3. Fender Stratocaster American Vintage Re Issue '62Amplifier: Marshall JCM 900 (Head) + Laney (Cabinet)Cabinet: 4 x 12Mic: Shure SM-57Video: Iput Agustioko  

    Sri Plecit Lepas Dua Lagu Baru di Album Kedua

    oleh Tufian Topas Adam Mengawali rencana peluncuran album keduanya, band ska asal Yogyakarta Sri Plecit lepas dua lagu baru berjudul “Senja” dan “Wish We Happy”. Dua lagu yang dipilih sebagai nomor pembuka untuk mengenalkan karya musik Sri Plecit ini bisa dibilang berbeda dari album sebelumnya.Dua lagu tersebut memiliki narasinya masing-masing. “Senja” menceritakan tentang pertemuan, sedangkan “Wish We Happy” berkisah tentang sebuah akhir yang diharapkan bahagia.Nggak mau setengah-setengah, Sri Plecit juga ngeluarin video klip. Secara khusus, klip “Senja” dipilih sebagai bagian dari komposisi album kedua mereka yang segera diluncurkan. Dalam proses produksi kreatifnya, Sri Plecit berkolaborasi dengan Working Good.Ngomong-ngomong soal isi album barunya, Sri Plecit ternyata udah nyiapin materi yang beda dari album sebelumnya. “Akan terdengar lebih plural. Karena pluralitas menjadi puncak dari ide-ide Sri Plecit selama ini,” sahut Galih Grameh, vokalis Sri Plecit.Cerita cinta yang berkesinambungan itu dikemas dalam sebuah album yang telah digarap selama hampir dua tahun. Album yang memuat tujuh lagu ditambah dengan bonus satu lagu itu diberi judul “Kelana”. Pertengahan November lalu, lagu-lagu dalam album tersebut udah bisa kamu dengerin di https://soundcloud.com/sriplecit.

    Gitardiningrat #6 - Distorsi Klasik Asik: Metal Zone & Proco RAT 2

    oleh Tufian Topas Adam Di episode kali ini Gitardiningrat mencoba dua distorsi klasik: Metal Zone (legend!) dan RAT.Beberapa eksperimen dilakukan mulai dari pengaturan overdrive, distorsi, bahkan fuzz dan juga sampai ke perbedaan karakter gitar dalam merespon pedal-pedal tadi.Silakan langsung disimak~Mudah-mudahan bisa dinikmati dan bisa saling berbagi :)Berikut list-nya~2:42 - Kaos baru!!! \o/2:51 - RAT + Telecaster5:10 - RAT (set sebagai overdrive) + Les Paul5:35 - RAT (set sebagai distorsi) + Telecaster6:05 - RAT (set sebagai fuzz) + Telecaster7:18 - RAT (set sebagai fuzz) + Les Paul9:13 - Metal Zone + Les Paul9:47 - Kenapa Metal Zone sangat familiar?11:30 - Metal Zone (set sebagai overdrive) + Telecaster12:50 - Metal Zone set "scoop" + Les Paul14:20 - Metal Zone on dangdut!!! \o/15:10 - Opini16:42 - Metal Zone + Telecaster (?) dengan pick up aktif17:50 - Metal Zone (set sebagai overdrive) + Stratocaster18:37 - Fitur masing-masing pedal20:04 - Metal Zone di amplifier Orange + Telecaster20:50 - Metal Zone di amplifier Orange + Stratocaster21:08 - Kesimpulan (?)22:22 - Thanks to!Gitar:1. Fender Telecaster Highway One, pick up original (neck), Seymour Duncan Little 59 (bridge)2. Epiphone Les Paul, pick up Seymour Duncan: SH-4 (bridge) & SH-2 (neck)3. Fender Stratocaster American Vintage Re Issue '624. Gerdocaster (Tele model), pick up EMG 60 & 81, body Mahogany.Amplifier: Marshall JCM 900 (Head) + Laney (Cabinet)Orange Thunderverb 200Cabinet: 4 x 12Mic: Shure SM-57Video: Iput Agustioko  

    Gitardiningrat #6 - Distorsi Klasik Asik: Metal Zone & Proco RAT 2

    oleh Tufian Topas Adam Di episode kali ini Gitardiningrat mencoba dua distorsi klasik: Metal Zone (legend!) dan RAT.Beberapa eksperimen dilakukan mulai dari pengaturan overdrive, distorsi, bahkan fuzz dan juga sampai ke perbedaan karakter gitar dalam merespon pedal-pedal tadi.Silakan langsung disimak~Mudah-mudahan bisa dinikmati dan bisa saling berbagi :)Berikut list-nya~2:42 - Kaos baru!!! \o/2:51 - RAT + Telecaster5:10 - RAT (set sebagai overdrive) + Les Paul5:35 - RAT (set sebagai distorsi) + Telecaster6:05 - RAT (set sebagai fuzz) + Telecaster7:18 - RAT (set sebagai fuzz) + Les Paul9:13 - Metal Zone + Les Paul9:47 - Kenapa Metal Zone sangat familiar?11:30 - Metal Zone (set sebagai overdrive) + Telecaster12:50 - Metal Zone set "scoop" + Les Paul14:20 - Metal Zone on dangdut!!! \o/15:10 - Opini16:42 - Metal Zone + Telecaster (?) dengan pick up aktif17:50 - Metal Zone (set sebagai overdrive) + Stratocaster18:37 - Fitur masing-masing pedal20:04 - Metal Zone di amplifier Orange + Telecaster20:50 - Metal Zone di amplifier Orange + Stratocaster21:08 - Kesimpulan (?)22:22 - Thanks to!Gitar:1. Fender Telecaster Highway One, pick up original (neck), Seymour Duncan Little 59 (bridge)2. Epiphone Les Paul, pick up Seymour Duncan: SH-4 (bridge) & SH-2 (neck)3. Fender Stratocaster American Vintage Re Issue '624. Gerdocaster (Tele model), pick up EMG 60 & 81, body Mahogany.Amplifier: Marshall JCM 900 (Head) + Laney (Cabinet)Orange Thunderverb 200Cabinet: 4 x 12Mic: Shure SM-57Video: Iput Agustioko  
    Memuat